- Gempa bumi di Yogyakarta pada 27 Mei 2006 menyebabkan ribuan rumah rusak dan menelan ribuan korban jiwa.
- Semangat gotong royong dan solidaritas masyarakat Yogyakarta menjadi kunci utama dalam mempercepat proses pemulihan pasca bencana tersebut.
- Pengalaman gempa 2006 mendorong penguatan kapasitas masyarakat serta kelembagaan dalam mitigasi dan kesiapsiagaan bencana di Indonesia.
Selain membangun kesadaran masyarakat, pengalaman Gempa Yogyakarta 2006 juga menjadi pelajaran penting bagi Muhammadiyah untuk memperkuat ketangguhan lembaga pendidikan.
Saat gempa terjadi, sekitar 250 sekolah dan madrasah Muhammadiyah mengalami kerusakan dengan total kerugian mencapai Rp153 miliar. Karena itu Muhammadiyah terus mendorong penerapan Program Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) yang memiliki tiga pilar utama, yakni fasilitas sekolah yang aman, manajemen kebencanaan di sekolah, dan pendidikan kebencanaan.
"Muhammadiyah juga mengembangkan program Masyarakat Tangguh Bencana dan Masjid Tangguh Bencana.
Sementara Kepala Pelaksana BPBD Bantul Mujahid Amrudin mengatakan dirinya juga merupakan korban Gempa Yogyakarta 2006. Peristiwa tersebut juga memperlihatkan kekuatan masyarakat Yogyakarta yang mampu bangkit bersama dari keterpurukan.
"Salah satu pelajaran terbesar bagi kami adalah pemerintah tidak bisa bekerja sendiri tanpa dukungan masyarakat," ujarnya.
Menurut Mujahid, budaya gotong royong, keberadaan tokoh masyarakat, tokoh agama, relawan dan pemuda menjadi faktor penting yang mempercepat proses pemulihan pascagempa.
Belajar dari pengalaman 2006, BPBD Bantul kini terus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi berbagai ancaman bencana, terutama potensi tsunami di pesisir selatan.
Berbagai program telah dikembangkan. Sebut saja pembentukan komunitas siaga tsunami, penyediaan jalur evakuasi hingga pembangunan sistem peringatan dini.
"Kami juga melakukan simulasi kebencanaan yang melibatkan masyarakat secara langsung," jelasnya.
Baca Juga: Siap Lari di Mandiri Jogja Marathon 2026? Marriott Yogyakarta Hadirkan Paket Race & Rest Bagi Pelari
Kontributor : Putu Ayu Palupi
Berita Terkait
Terpopuler
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
- Setelah Pelatih Giliran Suporter FC Twente Usir Mees Hilgers: Pemain Malas
- Cara Membersihkan Bunga Es dengan Aman dan Cepat Tanpa Merusak Freezer
- Daihatsu Kenalkan Mobil 120 Jutaan, 1 Liter Jalan 27 Km
- Di Bursa Capres 2029: Elektabilitas Dedi Mulyadi Tembus 42 Persen, Ungguli Prabowo
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
RUU Perampasan Aset Segera Disahkan, Akademisi: Kewenangan Besar Tanpa Pengawasan Bisa Jadi Bumerang
-
Tragedi Drag Race Jadi Alarm, IMI Sebut Tak Semua Daerah Punya Venue Layak
-
21 Ribu Warga Yogyakarta Terdampak Perubahan Desil, Wali Kota Siapkan Refocusing Anggaran
-
Janji 19 Juta Lapangan Kerja Prabowo Ditagih, Pemerintah Diminta Berhenti Berkilah
-
Tinggal di Rumah Bambu Tanpa TV, Janda di Jogja Ini Syok Dicap Masuk Kategori Orang Kaya Desil 10