- Polisi melakukan rekonstruksi kasus kekerasan anak di daycare Little Aresha, Yogyakarta, pada Selasa, 9 Juni 2026.
- Sebanyak 13 tersangka menjalani proses rekonstruksi dengan pengawalan ketat aparat kepolisian di lokasi kejadian perkara.
- Orang tua korban menuntut hukuman maksimal bagi tersangka serta terus mendampingi pemulihan psikologis anak yang terdampak trauma.
Sementara itu, salah satu ibu korban, Imedia mengaku sempat menahan emosi ketika melihat para tersangka datang ke lokasi rekonstruksi. Meski ingin meluapkan kemarahan secara langsung, pengamanan yang dilakukan aparat membuat para orang tua hanya dapat menyaksikan dari luar area.
"Ya emosi. Kami tidak bisa melakukan apa-apa, cuma boleh melihat dari luar saja," katanya.
Ia mengungkapkan sebagian orang tua sebenarnya sangat terpukul melihat para tersangka kembali muncul di hadapan mereka. Beberapa bahkan sempat berteriak saat rombongan tersangka memasuki lokasi.
Bagi keluarga korban, dampak kasus tersebut masih sangat terasa. Anaknya, kata dia, hingga kini masih harus menjalani terapi rutin untuk memulihkan kondisi psikologis akibat peristiwa yang dialami.
"Dalam satu minggu terapi bisa empat sampai lima kali. Sekarang sudah sekolah di tempat baru dan mulai membaik karena mendapat lingkungan yang mendukung, tetapi terapi masih terus berjalan," imbuhnya.
Kontributor : Putu Ayu Palupi
Berita Terkait
Terpopuler
- Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
- Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
- HP Rp1,5 Jutaan yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasi Terbaik David GadgetIn
- 4 HP realme dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- Berapa Harga Sepatu Lari Ortuseight Ori? Ini 5 Pilihan Bagus untuk Daily Run
Pilihan
Terkini
-
Tekanan Ekonomi Meningkat, Pemkot Yogyakarta Didorong Luncurkan KUR Daerah Bunga Hingga Nol Persen
-
Duh! Gara-gara Nilai Rupiah Anjlok, Target Pembangunan Infrastruktur DIY Terancam Meleset
-
MBG Bakal Libatkan Kantin Sekolah, Pemda DIY Minta Skema Kerja Sama Dibuat Jelas
-
Nasib Anak Difabel DIY Masih Bergantung Bantuan Luar Negeri, Alat Bantu Pun Tak Ditanggung BPJS
-
Sikapi Tekanan Ekonomi, Pengamat Sebut Probabilitas Terjadinya '98 Jilid 2' Masih Rendah