- Seniman bernama Ayik mengalami tindakan represif berupa pemukulan oleh petugas keamanan saat menggelar aksi protes di ARTJOG 2026.
- Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk penolakan terhadap keterlibatan Didit Hediprasetyo sebagai sponsor dalam perhelatan seni rupa ARTJOG 2026.
- Para seniman menuntut transparansi sumber pendanaan serta mengkritik keterkaitan Didit dengan berbagai isu kebijakan keluarga Presiden Prabowo Subianto.
Ia juga menyinggung sejumlah isu yang selama ini dikaitkan dengan keluarga Presiden Prabowo Subianto. Di antaranya persoalan pembalakan hutan, tambang hingga perkebunan sawit.
Agam menyebut, penghapusan logo dan foto Didit Foundation dari materi promosi ARTJOG justru menunjukkan adanya ketakutan dari pihak penyelenggara.
"Kami melihat ketika media sosial mulai ramai, tiba-tiba logo dan foto Didit diturunkan. Seolah-olah Didit tidak jadi terlibat. Tetapi kami masyarakat yang sadar. Persoalannya tidak selesai hanya karena logo dan foto diturunkan. Malah kami melihat itu sebagai ekspresi ketakutan dari pihak ARTJOG," ungkapnya.
Agam mempertanyakan apakah dukungan pendanaan dari pihak Didit Foundation benar-benar telah dicabut atau hanya sebatas penghapusan identitas di ruang publik. Sebagai agenda besar seni rupa, ARTJOG semestinya menerapkan prinsip transparansi kepada publik, termasuk terkait sumber pendanaan.
"Kalau pendanaan itu sudah ditarik, berarti harus ada buktinya. Kita tidak tahu apakah benar ditarik atau cuma ditarik-tarikan. Bisa saja hanya logo dan fotonya yang dihilangkan, sementara yang lain tetap berjalan. Itu yang kami kritisi sampai sekarang," ujarnya.
Agam menambahkan aksi pentas yang dilakukan para seniman sejatinya merupakan bentuk komunikasi kepada penyelenggara. Apalagi sebelumnya, berbagai kritik telah disampaikan melalui media sosial.
"Kami sudah berkomunikasi lewat media sosial. Performans ini juga alat komunikasi kami terhadap pihak ARTJOG. Seharusnya setelah performans ada dialog dan diskusi. Tapi kalau caranya langsung dihajar dan disikat, bagaimana komunikasi bisa terjadi," imbuhnya.
Kontributor : Putu Ayu Palupi
Baca Juga: Diskusi di UGM Dibubarkan Paksa, Mahasiswa Lintas Kampus DIY: Ini Ancaman Serius Demokrasi!
Berita Terkait
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- Tolak Andrea Bocelli, GPCI Bakal Gelar Konser Besar Galang Dana Palestina
- Prestasi Kinclong Netty Rosdiana Siagian: Mundur dari Polri, Tak Sejalan dengan Hati Nurani
- 7 Sneakers Lokal dengan Rating Bintang 5 di Shopee yang Nyaman dan Modis
Pilihan
-
Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
-
Gempa M 5,5 Guncang Laut Barat Laut Tanimbar, Getaran Terasa hingga Saumlaki
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
Terkini
-
Copot Kapolres Sukoharjo Tak Cukup, Penggeledahan Ponpes Disebut JPW Efek Mutasi Awur-awuran
-
Generasi Muda Mulai Apatis terhadap Tuhan, Muhammadiyah Jawab Fenomena Agnostisisme dengan ChatHPT
-
RANS Carnival Kena Cancel Culture, Pakar Komunikasi Sebut Ini Bukan Sekadar Retorika
-
Dominasi Lapangan, SMK Nusantara dan MAN 1 Kabupaten Sukabumi Jadi Juara AXIS Nation Cup 2026
-
Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat