Andi Ahmad S | Hiskia Andika Weadcaksana
Jum'at, 19 Juni 2026 | 23:29 WIB
Ilustrasi Lilin mati lampu di Sleman (Pixabay/Pexels)
Baca 10 detik
  • Warga di sejumlah daerah termasuk Yogyakarta mengeluhkan pemadaman listrik yang sering terjadi hingga pertengahan Juni 2026.
  • PT PLN melakukan manajemen beban terbatas karena dua unit pembangkit listrik besar mengalami gangguan teknis operasional.
  • PLN berupaya mempercepat pemulihan pasokan listrik secara bertahap untuk meminimalkan dampak ketidaknyamanan bagi seluruh pelanggan terdampak.

SuaraJogja.id - Keluhan mengenai mati listrik belakangan ini semakin sering terdengar di berbagai daerah. Tak hanya terjadi di luar Pulau Jawa, pemadaman listrik acap kali dikeluhkan warga di sejumlah wilayah di Jawa, termasuk Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

"Sering mati listrik emang akhir-akhir ini, kemarin lusa mati eh semalem udah mati listrik lagi. Kayaknya hampir tiap hari deh," kata Ria, seorang warga Sleman, saat dikonfirmasi, Jumat (19/6/2026).

Merespons kondisi tersebut, PT PLN (Persero) memastikan sistem kelistrikan di Pulau Jawa saat ini masih beroperasi dan terkendali. Namun, untuk menjaga keandalan pasokan listrik kepada pelanggan, PLN melakukan manajemen beban secara terbatas dan terukur di sejumlah wilayah.

Executive Vice President Komunikasi Korporat dan TJSL PLN, Gregorius Adi Trianto, mengatakan bahwa langkah tersebut diambil sebagai upaya menjaga stabilitas sistem kelistrikan di tengah adanya kendala operasional.

"PT PLN (Persero) menyampaikan bahwa sistem kelistrikan Jawa saat ini beroperasi dan terkendali secara baik. Namun demikian, untuk menjaga keandalan pasokan listrik kepada pelanggan, PLN melakukan manajemen beban secara terbatas dan terukur di sejumlah wilayah," kaya Gregorius dalam keterangan tertulisnya, Jumat malam.

Menurut Gregorius, pengaturan beban dilakukan setelah dua unit pembangkit berkapasitas besar mengalami gangguan dan tidak dapat beroperasi untuk sementara waktu. Kondisi tersebut berdampak pada menurunnya kemampuan sistem dalam menyuplai kebutuhan listrik.

"Langkah tersebut dilakukan karena terdapat kendala teknis operasional pembangkit serta ada dua unit pembangkit besar yang mengalami gangguan. Sehingga tidak beroperasi sementara dan menurunkan kemampuan sistem pasokan listrik," ungkapnya.

PLN saat ini terus melakukan berbagai upaya percepatan pemulihan dengan mengoptimalkan pasokan dari pembangkit lainnya dan mengatur operasi sistem kelistrikan.

"PLN terus berkerja sama melakukan percepatan pemulihan, mengoptimalkan pasokan dari pembangkit lain, serta melakukan pengaturan operasi sistem guna menjaga keseimbangan pasokan dan kebutuhan listrik serta meminimalkan dampak kepada pelanggan," tandasnya.

Baca Juga: 8 Orang Diperiksa dalam Kasus Dugaan Malapraktik, Dua Dokter RSUD Prambanan Dimintai Keterangan

Pihaknya turut menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan yang terdampak akibat pengaturan beban tersebut. Perseroan memastikan kebijakan tersebut hanya bersifat sementara dan akan dihentikan secara bertahap seiring membaiknya kondisi pasokan listrik.

"PLN memohon maaf atas ketidaknyamanan yang dialami pelanggan. Manajemen beban ini bersifat sementara dan akan segera dihentikan secara bertahap seiring dengan membaiknya kondisi pasokan sistem," pungkasnya.

Load More