Sensus ekonomi UMKM 2026 di Teras Malioboro. (Suarajogja.id/Putu Ayu Palupi)
Baca 10 detik
- BPS DIY melaporkan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Yogyakarta baru mencapai sembilan persen hingga hari kesembilan pendataan.
- Petugas menghadapi kendala berupa penolakan warga, misinformasi terkait pajak, serta sulitnya menjangkau lokasi khusus dan mahasiswa.
- Data sensus yang bersifat agregat bertujuan membantu pemerintah menyusun kebijakan pembangunan ekonomi agar lebih tepat sasaran.
"Saya tadi ditanya jualan mangga tidak, jualan pisang tidak," paparnya.
Hasto menegaskan dirinya telah memberikan data yang diminta, baik yang bersifat rahasia maupun tidak rahasia sesuai prosedur sensus.
Hal itu sangat penting untuk mendapatkan gambaran rinci tentang kondisi ekonomi masyarakat, termasuk kepemilikan aset dan aktivitas usaha.
"Pengelompokan tersebut penting agar kebijakan bantuan sosial maupun program ekonomi dapat lebih tepat sasaran," imbuhnya.
Kontributor : Putu Ayu Palupi
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Shio yang Tinggalkan Masa Sulit Mulai 5 November 2026, Siap Sambut Kebahagiaan
- 9 Sunscreen untuk Wanita Usia 50 Tahun ke Atas agar Kulit Awet Muda
- Viral Pendaki Ditandu Naik Gunung Merbabu, Biaya Capai Rp30 Juta
- Apa Bedanya Adidas Originals vs Adidas Performance? Kenali dari Logo dan Kegunaannya
- 4 Sepatu Jalan dengan Teknologi Penyangga Kaki Terbaik untuk Berjalan jauh
Pilihan
-
Seskab Teddy Dikabarkan Diperiksa PUSPOM? Panglima TNI: Itu Hoaks
-
Jokowi Tak Banyak Komentar Soal Penyadapan Prabowo: Kita Hormati Proses Hukum
-
Dicecar soal Listyo Sigit Prabowo, Jokowi: Semua Orang juga Sudah Tahu
-
Jokowi Ngaku Lupa Nama 3 Temannya yang Wisuda Bareng di UGM
-
Hakim Potong Omongan Jokowi yang Melebar: Jawab Saja Pertanyaannya!
Terkini
-
Misi Hijau JCWF 2026: Wujudkan Wisata Berkelanjutan Lewat Kolaborasi Lintas Sektor
-
Jelajah Jogja Cultural Wellness Festival 2026: Sensasi Pemulihan Diri Berbalut Kearifan Budaya
-
Tuan Rumah JCWF & Munas DPP PUTRI 2026, Loman Park Hotel Dorong Sinergi Wellness-Pariwisata
-
Perempuan Tak Punya Pilihan Berhenti Haid, Pajak Pembalut 11 Persen Dinilai Nodai Keadilan Gender
-
Kota Jogja Vs Gunungkidul: Jarak Kualitas Hidup Ini Ternyata Masih Jauh!