Budi Arista Romadhoni
Selasa, 23 Juni 2026 | 21:45 WIB
Sensus ekonomi UMKM 2026 di Teras Malioboro. (Suarajogja.id/Putu Ayu Palupi)
Baca 10 detik
  • BPS DIY melaporkan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Yogyakarta baru mencapai sembilan persen hingga hari kesembilan pendataan.
  • Petugas menghadapi kendala berupa penolakan warga, misinformasi terkait pajak, serta sulitnya menjangkau lokasi khusus dan mahasiswa.
  • Data sensus yang bersifat agregat bertujuan membantu pemerintah menyusun kebijakan pembangunan ekonomi agar lebih tepat sasaran.

"Saya tadi ditanya jualan mangga tidak, jualan pisang tidak," paparnya.

Hasto menegaskan dirinya telah memberikan data yang diminta, baik yang bersifat rahasia maupun tidak rahasia sesuai prosedur sensus.

Hal itu sangat penting untuk mendapatkan gambaran rinci tentang kondisi ekonomi masyarakat, termasuk kepemilikan aset dan aktivitas usaha.

"Pengelompokan tersebut penting agar kebijakan bantuan sosial maupun program ekonomi dapat lebih tepat sasaran," imbuhnya.

Kontributor : Putu Ayu Palupi

Load More