Budi Arista Romadhoni
Senin, 22 Juni 2026 | 13:24 WIB
Tangkapan layar insiden ajudan Danrem 072/Pamungkas Yogyakarta dalam MJM di Prambanan, Minggu (21/6/2026). [video dari Kapenrem 072/Pamungkas]
Baca 10 detik
  • Ajudan Danrem 072/Pamungkas dihentikan panitia saat Mandiri Jogja Marathon di Candi Prambanan karena tidak memakai nomor dada peserta.
  • Insiden tersebut dipicu oleh kesalahpahaman petugas marshal yang tidak mengenali ajudan saat mendokumentasikan Danrem di lintasan lari.
  • Kedua belah pihak sepakat berdamai dan saling memaafkan setelah menyadari adanya kelalaian serta miskomunikasi dalam menjalankan tugas.

SuaraJogja.id - Media sosial (medsos) tengah ramai dengan unggahan ajudan Danrem 072/Pamungkas Yogyakarta yang tidak diperkenankan masuk oleh panitia dalam Mandiri Jogja Marathon (MJM) di Candi Prambanan, Minggu (21/6/2026).

Dalam unggahan tersebut, ajudan tidak diperbolehkan masuk oleh marshal karena tidak menggunakan Body Identification Number (BIB) saat mendokumentasikan Danrem yang ikut acara tersebut.

Usai viral, insiden kesalahpahaman yang melibatkan Komandan Korem (Danrem) 072/Pamungkas Brigjen TNI Yuniar Dwi Hantono, ajudannya, dan petugas marshal itu berakhir secara damai. Kedua belah pihak menyadari adanya miskomunikasi di lapangan.

Dalam narasi video yang dikirim Kapenrem 072/Pamungkas kepada wartawan, Senin (22/6/2028) menyebutkan, ajudan Danrem secara terbuka mengakui adanya kelalaian karena mengikuti kegiatan dengan mengenakan jersey resmi tetapi tidak memakai nomor dada peserta (BIB). Akibatnya memicu kesalahpahaman di lapangan.

Sementara itu, petugas marshal yang terlibat dalam insiden tersebut juga menyampaikan permohonan maaf atas tindakan yang dinilai berlebihan. Ia menegaskan kejadian tersebut murni merupakan kesalahpahaman dalam menjalankan tugas dan seluruh persoalan telah diselesaikan secara baik-baik.

"Permasalahan sudah selesai dengan baik. Semua pihak sudah saling memahami dan saling memaafkan," ujar narasi yang disampaikan Kapenrem 072/Pamungkas.

Dalam video yang beredar di medsos, Brigjen TNI Yuniar Dwi Hantono hadir sebagai undangan resmi dari pihak Bank Mandiri dengan mengenakan jersey lari resmi yang sama seperti peserta lainnya.

Dalam acara iru, dia memiliki 4 tiket umum dan 1 tiket undangan Muspida. Sebelum insiden terjadi, ajudan Danrem diketahui berlari lebih dahulu untuk mengambil dokumentasi kegiatan.

Namun karena tidak mengenakan atribut kedinasan maupun BIB, keberadaannya menimbulkan kecurigaan marshal yang bertugas mengamankan lintasan.

Baca Juga: Nenek 80 Tahun di Sedayu Bantul Tewas Tercebur Sumur Saat Menimba Air

Kesalahpahaman terjadi karena kedua pihak sama-sama tidak saling mengenali sehingga sang ajudan sempat dihentikan dan ditarik keluar dari lintasan.

Melihat situasi tersebut, Yuniar langsung menghampiri lokasi. Ia menjelaskan kepada petugas dirinya merupakan tamu undangan resmi dari penyelenggara dan pria yang dihentikan tersebut merupakan pengawalnya. Setelah mendapatkan penjelasan, suasana yang sempat tegang segera mencair.

Brigjen TNI Yuniar Dwi Hantono juga turut menyampaikan permohonan maaf dan tidak ingin persoalan tersebut berkembang menjadi polemik yang berkepanjangan. Korem 072/Pamungkas sudah menemui panitia penyelenggara MJM.

Kontributor : Putu Ayu Palupi

Load More