Tasmalinda
Minggu, 21 Juni 2026 | 17:41 WIB
Sebuah tempat hiburan di Yogyakarta, Habit Pool and Lounge di Kalurahan Sinduadi Mlati, Kabupaten Sleman
Baca 10 detik
  • Habit Pool and Lounge di Sleman, Yogyakarta, mengalami kebakaran hebat pada Sabtu dini hari, 20 Juni 2026.
  • Insiden tersebut menghanguskan area lounge dan menyebabkan kerugian materiil ditaksir mencapai angka Rp10 hingga Rp15 miliar.
  • Kebakaran mengakibatkan operasional usaha terhenti total sehingga lima puluh karyawan kehilangan sumber penghasilan utama mereka saat ini.

SuaraJogja.id - Sebuah tempat hiburan di Yogyakarta, Habit Pool and Lounge yang berada di Kalurahan Sinduadi, Kapanewon Mlati, Kabupaten Sleman, ludes dilalap si jago merah pada Sabtu (20/6/2026) dini hari. Kebakaran tersebut menyebabkan kerugian miliaran rupiah dan menghentikan operasional usaha yang selama ini menjadi sumber penghasilan puluhan karyawan.

Salah seorang karyawan Habit Pool and Lounge, Aziz, mengatakan kebakaran terjadi sekitar pukul 04.59 WIB. Saat kejadian, dirinya tengah beristirahat setelah pulang makan dan baru mengetahui insiden tersebut setelah dibangunkan warga yang tinggal di sekitar lokasi.

"Sehabis cari makan, saya masuk kamar dan tidur. Pukul 05.00 kurang satu menit, saya dibangunkan oleh warga yang tinggal di belakang Habit Pool and Lounge," kata Aziz saat dikonfirmasi, Minggu (21/6/2026).

Saat kebakaran berlangsung, Aziz mengaku sempat mendengar beberapa kali ledakan dari dalam bangunan. Ledakan tersebut diduga berasal dari sejumlah perangkat elektronik yang berada di area lounge.

Menurutnya, bagian yang mengalami kerusakan paling parah adalah area lounge dan operasional depan. Sementara area dapur relatif selamat karena berada pada bangunan dengan konstruksi dan jaringan listrik yang berbeda.

"Yang paling parah memang area lounge. Sofa habis terbakar karena di situ banyak instalasi lampu, sound system, alat musik, dan peralatan bar. Hampir tidak ada barang yang tersisa," ujarnya.

Owner Habit Pool and Lounge, Hasto Panunjung, mengungkapkan dugaan awal kebakaran mengarah pada korsleting listrik. Ia menyoroti kondisi listrik di lokasi yang dalam dua pekan terakhir disebut sering mengalami mati dan menyala kembali secara berulang.

Menurut Hasto, kondisi tersebut bahkan sempat menyebabkan sejumlah perangkat elektronik mengalami kerusakan.

"Blender rusak, lampu pun pernah meledak setelah listrik menyala kembali," katanya.

Baca Juga: Warga Sleman Mengeluh Mati Listrik Tiap Hari, PLN Buka Suara dan Beberkan Penyebabnya

Akibat kebakaran tersebut, kerugian fisik ditaksir mencapai sekitar Rp10 miliar. Jika kehilangan potensi pendapatan selama masa pemulihan usaha ikut diperhitungkan, total kerugian diperkirakan bisa mencapai Rp15 miliar.

"Kalau kehilangan pendapatan selama setahun ikut dihitung, total kerugian bisa mencapai Rp15 miliar," ujarnya.

Tak hanya berdampak pada bangunan dan aset usaha, kebakaran ini juga memukul nasib sekitar 50 karyawan yang selama ini menggantungkan penghasilan dari operasional Habit Pool and Lounge.

"Kami menanggung nafkah 50 karyawan. Banyak yang sudah bekerja dua tahun. Sekarang mereka kehilangan sumber penghasilan karena operasional terhenti," kata Hasto.

Sementara itu, Manajer Komunikasi dan Umum PLN UID Yogyakarta, Angga Ditya, membantah anggapan bahwa pemadaman listrik berulang dapat langsung menyebabkan korsleting.

Menurut Angga, korsleting umumnya terjadi akibat penurunan kualitas instalasi listrik atau perangkat yang digunakan dalam jangka waktu tertentu.

Load More