- Koperasi Kelurahan Merah Putih di Giwangan, Yogyakarta, beroperasi sejak Mei 2026 dengan menyediakan kebutuhan pokok murah sesuai harga eceran tertinggi.
- KKMP menghadapi kendala operasional seperti minimnya modal, ketiadaan staf profesional, serta kurangnya dukungan regulasi dan subsidi dari pemerintah.
- DPRD DIY mendesak evaluasi total dan investigasi pelatihan manajer koperasi menyusul meninggalnya lima peserta akibat metode pelatihan fisik.
SuaraJogja.id - Program Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) yang digadang-gadang menjadi ujung tombak penyedia kebutuhan pokok murah di kawasan perkotaan ternyata masih menghadapi berbagai persoalan mendasar. Mulai dari belum jelasnya petunjuk teknis (juknis), minimnya dukungan pemerintah hingga pengurus yang harus mengelola koperasi secara sukarela dengan penghasilan yang masih sangat terbatas.
Di KKMP Giwangan, Kota Yogyakarta misalnya, diluncurkan sejak pertengahan Mei 2026 lalu, omzet KKMP tersebut hingga saat ini masih minim karena tak dapat dukungan dari pemerintah dari subsidi operasional, bantuan pengelolaan maupun dukungan sumber daya manusia. Kondisi ini berbeda jauh dari Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di wilayah pedesaan yang gencar dikembangkan pemerintah.
Ketua KKMP Giwangan, Sudaryanto di Yogyakarta, Senin (29/6/2026) mengatakan KKMP yang dikelolanya baru beroperasi sejak 22 Mei 2026 dan hingga kini masih dalam tahap merintis.
"Omzet bulan Mei kemarin baru sekitar Rp5 juta karena memang baru dibuka. Untuk bulan Juni ini laporannya masih kami susun," ujarnya.
Padahal menurut Sudaryanto, minat masyarakat sebenarnya mulai tumbuh seiring semakin dikenalnya KKMP sebagai tempat membeli kebutuhan pokok dengan harga murah sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET).
Komoditas yang paling banyak diburu warga antara lain minyak goreng, gula, tepung, dan telur. Namun keterbatasan modal membuat pengelola belum mampu melengkapi seluruh kebutuhan masyarakat.
"Warga banyak meminta agar barang ditambah seperti bumbu dapur dan kebutuhan lainnya. Tapi kami masih terbatas modal sehingga penambahan barang dilakukan pelan-pelan," jelasnya.
Modal awal yang dimiliki KKMP Giwangan untuk menjalankan usaha hanya sekitar Rp15 juta. Jumlah tersebut harus diputar untuk memenuhi kebutuhan stok sekaligus menjaga keberlangsungan operasional gerai.
Padahal salah satu daya tarik KKMP di wilayahnya adalah harga barang yang dijual lebih murah dibandingkan pasar maupun toko modern. Contohnya, minyak goreng Minyakita yang di sejumlah pasar dijual hingga Rp20 ribu hingga Rp21 ribu per liter masih bisa dijual sesuai HET sebesar Rp15.700.
Baca Juga: Data Pusat Tak Akurat, DPRD Jogja Desak Aturan Lokal agar Bantuan Pendidikan Tepat Sasaran
"Kami berkomitmen menjual sesuai HET. Untuk minyak goreng kami masih menjual Rp15.700 sementara di pasar sudah Rp20 ribu lebih," katanya.
Namun di balik harga murah tersebut, pengelolaan koperasi masih sepenuhnya bergantung pada semangat gotong royong para pengurus dan anggota. Hingga kini belum ada manajer profesional, karyawan tetap maupun kasir khusus.
Seluruh aktivitas operasional dilakukan secara bergantian oleh pengurus, anggota koperasi bahkan melibatkan keluarga pengurus.
"Kami belum punya karyawan. Semua masih dikerjakan pengurus secara bergantian, bahkan dibantu anak-anak saya yang masih kuliah maupun sekolah," ujarnya.
Menurut Sudaryanto, bantuan pemerintah yang diterima sejauh ini hanya berupa subsidi pembelian barang dari pemasok tertentu alih-alih bantuan langsung untuk pengembangan koperasi. Mereka Tidak mendapatkan bantuan fisik atau modal.
"Yang ada hanya subsidi pembelian barang tertentu dari distributor atau pemasok," katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- Keunggulan Pompa Air Shimizu PL-138 BIT, Solusi Air Jernih Anti Karat
Pilihan
-
Takut PHK, Prabowo Putuskan Harga LNG untuk Industri USD 13/MMBTU
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
Terkini
-
PRYAKKUM Luncurkan 2 Film Pendek & Buku Saku, Fokus pada Kesehatan Mental Remaja
-
Gelombang Pengunduran Diri di Partai Buruh Berlanjut, Seluruh Pengurus DIY Kompak Pamit
-
Viral Debat Mahasiswa dan Rektorat UNY saat Hendak Gelar Aksi, Begini Kronologi Lengkapnya
-
Sri Sultan Absen dari Agenda Pemerintahan, Paku Alam X Ditunjuk Jadi Plh Gubernur DIY
-
Rp4,6 Miliar Digelontorkan, Mesin Produksi Susu di DIY Diduga Tak Pernah Berfungsi