Budi Arista Romadhoni
Kamis, 02 Juli 2026 | 13:52 WIB
Ribuan penumpang turun dari KRL di Stasiun Yogyakarta dalam libur sekolah, Kamis (2/7/2026). (Suarajogja.id/Putu Ayu Palupi)
Baca 10 detik
  • KAI Commuter mencatat lonjakan penumpang KRL wilayah Yogyakarta-Solo hingga 30 persen selama periode libur sekolah 20 Juni-5 Juli 2026.
  • KAI Commuter menambah empat perjalanan harian menjadi 31 perjalanan untuk mengakomodasi kepadatan penumpang di tiga stasiun utama Yogyakarta.
  • Gangguan pasokan listrik dari PLN menyebabkan keterlambatan operasional KRL, namun KAI Commuter tetap memastikan layanan penumpang berjalan normal.

SuaraJogja.id - Masa libur sekolah menjadi momentum lonjakan mobilitas masyarakat di kawasan aglomerasi Yogyakarta-Solo. KAI Commuter atau Kereta Rel Listrik (KRL) mencatat jumlah pengguna Commuter Line di wilayah Daop 6 Yogyakarta meningkat hingga sekitar 30 persen dibandingkan hari normal selama periode liburan sekolah tahun ini.

Tingginya antusiasme masyarakat menggunakan Kkereta komuter tersebut bahkan membuat sejumlah stasiun utama dipadati penumpang sejak pagi hingga malam hari. Namun di sisi lain, operasional kereta juga menghadapi tantangan berupa gangguan pasokan listrik yang sempat menyebabkan keterlambatan perjalanan KRL dalam beberapa pekan terakhir.

Direktur Utama KAI Commuter, Purnomo Sidi di Stasiun Yogyakarta, Kamis (2/7/2026)  mengatakan hingga 30 Juni 2026 jumlah pengguna Commuter Line di wilayah Yogyakarta telah mencapai sekitar 360 ribu penumpang sejak dimulainya masa libur sekolah pada 20 Juni lalu.

"Kami proyeksikan sampai akhir masa libur sekolah pada 5 Juli nanti jumlah pengguna akan terus meningkat. Kurang lebih ada kenaikan sekitar 30 persen selama masa liburan ini," paparnya.

Untuk mengakomodasi lonjakan tersebut, KAI Commuter menambah empat perjalanan Commuter Line Yogyakarta-Palur selama periode 20 Juni hingga 5 Juli 2026 sehingga total perjalanan menjadi 31 perjalanan setiap hari. Sementara layanan Commuter Line Prameks relasi Yogyakarta-Kutoarjo tetap beroperasi sebanyak 10 perjalanan per hari.

Di tengah membludaknya jumlah pengguna, operasional KRL juga sempat menghadapi tantangan berupa gangguan pasokan listrik yang terjadi di sejumlah wilayah di Yogyakarta dalam beberapa waktu terakhir.

Purnomo menjelaskan pengurangan suplai daya dari PLN menyebabkan beberapa gardu listrik yang menjadi pemasok daya KRL mengalami keterbatasan kapasitas. Kondisi tersebut berdampak pada menurunnya kecepatan operasional kereta dan memicu keterlambatan perjalanan.

"Kalau keterlambatan pasti ada, mungkin sekitar tiga menit. Tetapi tidak sampai membuat kereta mogok atau berhenti total di perjalanan," ujarnya.

Menurut Purnomo, KAI Commuter telah melakukan koordinasi intensif dengan PLN untuk mendapatkan informasi jadwal pemadaman maupun pengurangan pasokan listrik. Dengan demiikian operasional dapat diantisipasi lebih awal.

Baca Juga: Program MBG Libur, Harga Daging di Pasar Jogja Turun Drastis, Pembeli Bisa Menikmati Ayam Murah Lagi

Ketika terjadi keterbatasan daya, masinis juga diminta menyesuaikan ritme perjalanan. Hal itu agar pengoperasian kereta agar konsumsi listrik tidak melebihi kapasitas yang tersedia.

Ia menambahkan sistem gardu listrik KRL di wilayah Yogyakarta telah dirancang saling terhubung. Sehingga apabila satu gardu mengalami gangguan, pasokan listrik masih dapat diperoleh dari gardu lainnya meski dengan kapasitas yang lebih terbatas.

"Kami menginstruksikan masinis untuk mengatur ritme perjalanan sehingga kereta tetap berjalan meskipun tidak dalam kecepatan maksimal," katanya.

Purnomo menambahkan, keterbatasan armada juga masih menjadi kendala utama untuk menambah frekuensi perjalanan Prameks selama libur sekolah. Sebab KRL tersebut menggunakan lokomotif yang juga dibutuhkan untuk operasional kereta jarak jauh selama musim liburan.

"Kami bersama KAI masih terkendala armada karena harus berbagi kebutuhan antara kereta jarak jauh dan layanan perkotaan seperti Prameks. Harapannya pengadaan lokomotif baru bisa menjadi tambahan kapasitas di masa mendatang," paparnya.

Purnomo menambahkan, selama libur sekolah, kepadatan penumpang paling tinggi terjadi di tiga stasiun utama yakni Stasiun Yogyakarta, Stasiun Lempuyangan, dan Stasiun Palur. Selama masa liburan, Stasiun Yogyakarta bahkan mencatat jumlah pengguna mencapai 9.000 hingga 10.000 orang per hari, jauh di atas rata-rata normal sekitar 7.000 penumpang.

Load More