- Pemerintah Kabupaten Sleman menggelar acara GEMPAR di Pasar Ngijon pada Minggu, 2 Agustus 2026.
- Kegiatan tersebut menampilkan pertunjukan seni Jathilan Yogyakarta untuk menghidupkan kembali aktivitas di pasar rakyat.
- Acara ini bertujuan menjadikan pasar sebagai pusat ekonomi serta ruang sosial dan budaya masyarakat Sleman.
Pertunjukan jathilan bukan sekadar hiburan, tetapi juga menjadi sarana melepas penat setelah menjalani rutinitas sehari-hari. Hal ini senada dengan pernyataan Sekretaris Disperindag Kabupaten Sleman, Aris Herbandang.
Aris mengatakan bahwa GEMPAR merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Sleman untuk menghidupkan kembali pasar rakyat melalui berbagai kegiatan yang menarik minat masyarakat.
"Untuk kegiatan GEMPAR tentunya kami punya target untuk meramaikan kembali pasar rakyat di wilayah Kabupaten Sleman. Harapan kami, ini menjadi sebuah bentuk kampanye bagi masyarakat untuk kembali meramaikan pasar lagi," kata Aris ketika diwawancara Suara.com, Minggu (2/8/2026).
Menurut Aris, pasar rakyat juga dapat berkembang menjadi ruang sosial, budaya, sekaligus healing bagi masyarakat, khususnya generasi muda.
"Jadi, (pasar rakyat) tidak hanya untuk berbelanja, tetapi juga menjadi ruang sosial budaya, termasuk juga untuk healing masyarakat, terutama generasi milenial," tambahnya.
Untuk menyukseskan GEMPAR, Disperindag menggandeng seluruh elemen ASN di Sleman, bahkan sampai organisasi kemasyarakatan seperti PKK, Darma Wanita, Bayangkara, dan Persit. Ada juga instansi vertikal yang terlibat GEMPAR, seperti Adhyaksa hingga Kejaksaan.
Menurutnya, keterlibatan berbagai elemen tersebut dapat menumbuhkan geliat ekonomi lokal. Selain datang untuk berbelanja, setiap organisasi juga didorong membagikan aktivitas mereka melalui media sosial sehingga kampanye GEMPAR dapat menjangkau masyarakat yang lebih luas.
"Harapannya (GEMPAR) menunjukkan geliat ekonomi di wilayah, termasuk juga dari organisasi-organisasi itu nanti akan mengunggah kegiatan berbelanjanya di media sosial masing-masing. Ini menjadi sebuah kampanye bersama untuk berbelanja di pasar," pungkas Aris Herbandang.
Melalui GEMPAR, Pemerintah Kabupaten Sleman berharap pasar rakyat kembali menjadi pusat aktivitas ekonomi sekaligus ruang budaya yang mampu menghadirkan kebersamaan, hiburan, dan semangat gotong royong. Kemeriahan jathilan di Pasar Ngijon menjadi bukti bahwa ketika budaya, masyarakat, dan pasar dipadukan dalam satu kegiatan, pasar rakyat mampu menjadi destinasi yang menggerakkan roda perekonomian daerah.
Baca Juga: Pasar Ngijon Siap 'Digemparkan', Mulai dari Jathilan, Talkshow Menarik hingga Hiburan Gratis!
Berita Terkait
Terpopuler
- Prabowo Mau Gratiskan Pendidikan SD hingga Universitas Negeri, Dananya dari Uang Korupsi
- Andre Taulany Resmi Nikahi Amanda Rigby, Mantan Istri Erin: Hamil Duluan Kali
- Viral Video Ulama Houthi Serukan Serangan ke Masjidil Haram dan Masjid Nabawi
- 6 HP Samsung Terbaik 2026! Mulai dari Kelas Flagship Hingga Entry-level
- Viral Foto Duduk Bareng, Terungkap 6 Momen Kedekatan Gubernur Sherly dan Ahmad Luthfi
Pilihan
-
Silmy Karim Kritik KPK! Bandingkan Nasibnya dengan Nusron Wahid
-
Perang Dunia III Nyaris Meledak! AS Mau Serang Kapal China Ternyata AI-nya Salah
-
Petaka 2 Batang Kayu Jati: Ayah Dibui demi Sesuap Nasi, Anak di Bojonegoro Mogok Sekolah Dibully
-
Sejarah Terulang! Beras Premium Kini Langka di RI
-
Emil Audero dan 5 Pemain Tinggalkan Rayo Vallecano
Terkini
-
Jelajahi Karya Lokal, BRIZZI ARKIV Hadirkan Petualangan Seru di Blok M Hub
-
Dari Jogja untuk Veda Pratama, Dukungan Menguat Jelang MotoGP Mandalika
-
Penonton Yogyakarta Bergidik Ngeri Saksikan Memburu Pemangsa, Jump Scare Picu Suasana Tegang
-
Prabowo Sebut Pakar Saking Pintarnya Jadi Goblok, Muhammadiyah Ingatkan Pakar Berbasis Ilmu dan Data
-
Muhammadiyah Sentil Menkeu Baru, Jangan Biarkan Rupiah Jatuh Terus