- Puluhan becak listrik Danais di Malioboro dikabarkan rusak, tetapi Dishub DIY membantah itu produk gagal.
- Kerusakan terjadi karena kendaraan melampaui spesifikasi datar dan penerima hibah terkendala biaya perbaikan mandiri.
- Dishub DIY telah melakukan evaluasi dari pengadaan 2023 dengan menyempurnakan model baru pada tahun 2024.
Persoalan lain muncul setelah aset dihibahkan kepada forum tukang becak di Yogyakarta. Sesuai Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD), biaya operasional maupun perbaikan becak listrik Selis tersebut sepenuhnya menjadi tanggung jawab penerima hibah.
Namun banyak pengemudi memilih menghentikan penggunaan becak listrik ketika mulai mengalami kerusakan. Mereka beralasan tidak memiliki biaya untuk memperbaikinya.
Padahal Dishub mengklaim telah berulang kali melakukan monitoring setiap bulan. Selain itu menghubungkan forum dengan dealer Selis yang siap menyediakan suku cadang maupun layanan servis.
"Kendalanya memang biaya. Setelah menjadi aset penerima hibah, pemerintah tidak bisa lagi membiayai perbaikannya," ujarnya.
Meski demikian, Sapto mengakui becak listrik generasi pertama tersebut tidak adanya shockbreaker seperti banyak dikeluhkan tukang becak. Akibatnya kendaraan tersebut kurang nyaman saat dikendarai.
Kritik tersebut kemudian menjadi bahan evaluasi pemda DIY. Karenanya pengadaan becak listrik tahun 2024 mengalami sejumlah penyempurnaan. Selain shockbreaker, beberapa komponen lain juga disempurnakan agar lebih sesuai dengan kebutuhan pengemudi.
"Model 2024 sudah ada shockbreaker. Itu memang hasil evaluasi dari masukan pengguna tahun 2023," katanya.
Sapto menambahkan, di tengah rencana percepatan migrasi menuju becak listrik untuk mendukung Malioboro sebagai kawasan pedestrian, persoalan infrastruktur juga masih menjadi pekerjaan rumah. Hingga kini, Dishub DIY baru memiliki satu charging station di Parkir Ketandan.
Jumlah tersebut dinilai belum memadai mengingat populasi becak listrik kini sudah mencapai lebih dari 300 unit. Meski demikian, Sapto menyebut becak listrik sebenarnya dapat diisi daya menggunakan stopkontak listrik rumah biasa.
Baca Juga: Murah, Mudah Didapat, Sulit Ditinggalkan, Kisah Kelam Mantan Pengguna Obat Keras di Jogja
Dengan demikian mereka tidak sepenuhnya bergantung pada charging station. Namun persoalan justru muncul karena banyak pengemudi menjadikan charging station sebagai tempat penitipan becak semalaman.
"Mereka mengecas lalu ditinggal pulang. Akibatnya tempatnya penuh. Idealnya selesai mengisi daya langsung bergantian," ujarnya.
Kontributor : Putu Ayu Palupi
Berita Terkait
Terpopuler
- Andre Taulany Resmi Nikahi Amanda Rigby, Mantan Istri Erin: Hamil Duluan Kali
- Kiai Sahal Gontor ke Prabowo: Saya Ngomong Agak Tidak Enak, Sorry ye...
- Sah Nikahi Amanda Rigby, Ramalan Lama Hard Gumay Tentang Asmara Andre Taulany Jadi Kenyataan?
- Erin Taulany Klarifikasi Soal Komentar Hamil Duluan: Sumpah Demi Allah Akun Saya Dibajak
- Media Israel Sindir Presiden Prabowo: Setahun Lalu Dukung Kami Sekarang Teriak Free Palestina
Pilihan
-
Tangis Ibrahim al-Madani Saat Pertama Azan di Masjidil Haram, Sang Muazin Tutup Usia di 51 Tahun
-
Merumuskan Kembali Bisnis Media Masa Depan di Local Media Summit 2026
-
KPK OTT Bupati Bolaang Mongondow Utara Sirajudin Lasena
-
KPK Geledah Rumah Mewah Polisi Yayat Sudrajat di Depok, Terkait Kasus Suap Bekasi
-
Silmy Karim Kritik KPK! Bandingkan Nasibnya dengan Nusron Wahid
Terkini
-
Jogja Disesaki Ratusan Kampus, Tapi Tambang Ide Belum Banyak Terserap Masyarakat
-
11 Bangunan Lama Diratakan dengan Tanah, Wajah Stasiun Lempuyangan Mulai Diubah
-
Perkuat Portofolio, BRI Wealth Management Ungkap Strategi Diversifikasi Investasi Syariah
-
Hanung Bramantyo Bawa Sejarah Kelam 1965 Lewat Film Horor Lobang Buaya, Berharap Buka Ruang Diskusi
-
Minta Jatah Makan ke Pedagang Bolosego, Aipda S Ditahan Propam Polresta Yogyakarta