- Danantara membangun Proyek Pengolahan Sampah di Piyungan dengan investasi triliunan rupiah yang beroperasi akhir 2028.
- Fasilitas tersebut mengolah pasokan sampah harian menjadi listrik berkapasitas belasan megawatt yang dijual kepada PLN.
- Proyek ramah lingkungan ini menyerap ribuan tenaga kerja lokal serta memberikan tambahan pendapatan bagi daerah.
SuaraJogja.id - Proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di kawasan Piyungan, Bantul, yang sempat dibayangi ketidakpastian akhirnya dipastikan berlanjut. Proyek itu ditargetkan mulai dibangun akhir 2026 atau awal 2027.
"Ditargetkan PSEL bisa beroperasi pada akhir 2028," ujar Director of Investments Danantara Investment Management, Fadli Rahman usai bertemu Gubenur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X di Kompleks Kepatihan Yogyakarta, Selasa (11/8/2026).
Setelah groundbreaking, konstruksi ditargetkan berlangsung mulai Januari 2027 hingga akhir 2028. Dengan demikian, fasilitas pengolahan sampah tersebut diharapkan sudah dapat mengolah sampah pada kuartal III atau IV 2028.
Investasi proyek diperkirakan mencapai Rp2,5 triliun hingga Rp3 triliun. PSEL akan dibangun di lahan sekitar 5,7 hektare.
Fasilitas ini tidak dibangun tepat di bekas TPA Piyungan. Lokasinya berada di kawasan Piyungan namun di lahan berbeda yang masih bersebelahan dengan kawasan TPA.
PSEL tersebut dirancang untuk mengubah sampah menjadi energi listrik. Setiap hari Pemda harus mampu menyediakan minimal 1.000 ton sampah untuk mampu menghasilkan listrik sekitar 18-20 Mega Watt (MW) dengan kapasitas desain dapat mencapai sekitar 18-26 MW.
Energi tersebut diproyeksikan mampu memasok kebutuhan listrik sekitar 15.000 rumah di kawasan Yogyakarta.
Listrik yang dihasilkan nantinya akan dijual kepada PLN melalui perjanjian jual beli listrik.
"Untuk listrik nanti akan diproses melalui kerja sama dengan PLN," jelasnya.
Skema tersebut, lanjutnya menjadi salah satu kunci keekonomian proyek yang diperkirakan membutuhkan waktu sekitar 15-20 tahun untuk mencapai pengembalian investasi.
Baca Juga: Tramadol Masih Mudah Dibeli, Pembatasan Resep Dokter Mendesak, Jalur Ilegal Harus Distop
"Tergantung kondisi masing-masing lokasi," tandasnya.
Fadli mengatakan Pemda DIY harus menyediakan kebutuhan bahan baku harus dijaga agar fasilitas dapat beroperasi sesuai kapasitas yang disepakati. Jika pasokan sampah dari daerah yang telah berkomitmen tidak memenuhi volume yang diperjanjikan, akan disiapkan sejumlah langkah pinalti.
Namun sebelum pinalti, sejumlah langkag mitigasi dilakukan terlebih dahulu. Diantaranya bisa mengambil sampah dari kabupaten lain dan meningkatkan pengolahan sampah di daerah terkait.
"Juga bisw mempertimbangkan pemanfaatan timbulan sampah lama di TPA Piyungan," jelasnya.
Fadli menambahkan, teknologi pengolahan dirancang untuk mengurangi persoalan bau yang selama ini menjadi salah satu keluhan utama dalam pengelolaan sampah.
Sampah akan dimasukkan ke dalam bunker tertutup dan kedap udara.
Sampah kemudian menjalani proses pengeringan selama sekitar lima hari sebelum digunakan sebagai bahan bakar. Panas hasil pembakaran digunakan untuk menghasilkan uap yang kemudian menggerakkan turbin pembangkit listrik.
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Moisturizer Kolagen untuk Kulit Keriput Usia 45 ke Atas, Bikin Wajah Kencang Sesuai Review
- 4 Parfum Aroma Teh di Alfamart yang Tahan Lama Sesuai Review, Harga Mulai Rp30 Ribuan
- Guruh Soekarnoputra Sakit Apa? Wafat di Usia 73 Tahun usai Dirawat Intensif
- Cari HP Samsung Murah? Ini 8 Galaxy A Series yang Layak Dipilih
Pilihan
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
-
Massa Buruh Mulai Padati Thamrin, Andi Gani Pimpin Langsung Aksi Tuntut Keadilan RUU Ketenagakerjaan
-
Bawa Kentongan Hingga Kenakan Topi Caping, Massa Hari Tani Nasional Mulai Padati Depan Gedung DPR
-
Hukuman Lebih Ringan, Pengadilan Tinggi DKI Jakarta Vonis Nadiem Makarim 9 Tahun Penjara
Terkini
-
YOGYAKOMTEK 2026 Resmi Dibuka, Pameran Komputer Terbesar di DIY
-
Honda DBL Jogja 2026 Dimulai: Sensasi Riding Test dan Peluang Bawa Pulang New Honda BeAT
-
Influenza A Terdeteksi di DIY, 24 Kasus Muncul, Sekolah Belum Diliburkan
-
Pestapora 2026 Siap Makin Meriah, BRImo Bawa Program Spesial
-
Cak Nun hingga Eross Sheila on 7, Jejak 77 Tahun MUHI Yogyakarta Diabadikan dalam Buku