-
Disperindag sukses menggelar Program GEMPAR di Pasar Ngino Sleman lewat pertunjukan seni.
-
Program GEMPAR di Pasar Ngino Sleman memadukan transaksi ekonomi dan pelestarian budaya.
-
Hasilnya, kunjungan melonjak dan Program GEMPAR di Pasar Ngino Sleman mendongkrak omzet.
Tidak hanya mengandalkan cara tradisional, Disperindag Sleman juga mulai merambah dunia digital.
Acara ini turut dimeriahkan dengan pembuatan podcast di dalam pasar dan menggandeng penggiat media sosial untuk mempromosikan keunikan Pasar Ngino.
Harapan Pedagang: Pasar Ngino Dikenal Hingga Luar Daerah
Upaya revitalisasi non-fisik melalui gerakan budaya ini disambut baik oleh para pedagang.
Supriyono, pengurus Paguyuban Bergas di Pasar Ngino, mengakui bahwa kondisi ekonomi global sempat membuat omzet pedagang menurun.
Namun, ia optimistis program seperti GEMPAR dapat menjadi titik balik jika terus diadakan secara berkelanjutan.
"Harapan kami dengan adanya program GEMPAR ini, daya beli masyarakat semakin meningkat. Di sini banyak dagangan khas, ada makanan tradisional hingga kebutuhan pokok," kata Supriyono.
Ia juga berharap identitas tradisional Pasar Ngino yang kental dengan sentuhan budaya bisa membuatnya dikenal luas, bahkan hingga ke luar wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta.
"Kami ingin pasar ini semakin berkembang sehingga orang yang datang merasa senang. Biar orang luar kabupaten, bahkan luar provinsi, tahu bahwa di Sleman ada Pasar Ngino dengan ciri khas tradisionalnya yang unik," pungkasnya.
Melalui sinergi antara pemerintah, pegiat seni, dan pedagang, Pasar Ngino kini tengah berbenah. Bukan sekadar berganti wajah secara fisik, namun juga menghidupkan kembali "ruh" pasar rakyat sebagai jantung ekonomi dan budaya masyarakat Sleman.
Baca Juga: JPU Ungkap Fakta Dugaan Anak Ditenggelamkan dalam Kasus Little Aresha
Pengunjung Membludak, Omzet Naik Signifikan
Efek positif dari sentuhan kesenian dan budaya ini bukan sekadar klaim. Kepala UPTD Pelayanan Pasar Wilayah I, Robertus Esthi Raharja Prasetya, mengungkapkan bahwa kehadiran program GEMPAR membawa dampak instan pada perputaran ekonomi di Pasar Ngino.
Berdasarkan data yang disampaikan Robertus Esthi Raharja, terjadi lonjakan jumlah pengunjung dan omzet pendapatan pedagang yang sangat signifikan selama rangkaian acara berlangsung.
"Jumlah pengunjung di Pasar Ngino, tercatat naik dari yang biasanya 700 orang menjadi 1.200 orang. Sementara dari sisi omzet pendapatan, terjadi kenaikan dari 56 persen menjadi 96 persen atau ada kenaikan sekitar 40 persen," ujar Robert.
Angka ini membuktikan bahwa integrasi antara hiburan rakyat dan aktivitas ekonomi mampu memicu antusiasme masyarakat untuk kembali berbelanja ke pasar tradisional.
Berita Terkait
-
GEMPAR Ramaikan Pasar Balangan, Kuatkan Pedagang Lepas dari Jerat Rentenir
-
Seni Jathilan 'Gemparkan' Pasar Ngijon, Ketika Budaya Gerakkan Roda Ekonomi
-
Optimistis terhadap BBRI, JPMorgan Tingkatkan Rekomendasi Saham Jadi Overweight
-
3 Rekomendasi Sedan Bekas Modal Rp30 Jutaan, Tahun 2000-an: Nyaman, Irit, dan Anti Rewel!
-
3 Rekomendasi MPV Bekas Rp50 Jutaan, Siap Angkut Keluarga Besar dengan Nyaman Saat Mudik Lebaran!
Terpopuler
- Operasi Politik Presisi Prabowo: Preteli Siji-siji
- 9 Sunscreen untuk Mencerahkan Wajah dan Menghilangkan Flek Hitam
- Luky Alfirman Jadi Wamenkeu usai Dicopot Purbaya, Pengamat Soroti Arah Kebijakan Suahasil
- Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan
- Sehari Dijabat Suyudi Ario Seto, Polri Langsung Rombak 19 Kapolda: Ini Daftar Lengkapnya!
Pilihan
-
Resmi, Syahganda Nainggolan Jadi Kepala Bakom RI Gantikan Muhammad Qodari
-
Hadir di Istana, Pratikno Buka Suara Soal Isu Jadi Ketua Wantimpres Era Prabowo
-
Disorot Gegara Gaya Hidup Mewah, Timothy Ivan Mundur dari Deputi II Bakom RI: Ingin Introspeksi Diri
-
KBRI di Singapura Tak Punya Dokumen Soal Jenjang Pendidikan Gibran di Orchid Park dan MDIS
-
Pemain Timnas Indonesia Dapat Ancaman Pembunuhan
Terkini
-
Papermoon Gelar Pesta Boneka #10 di Jogja, Hadirkan 193 Seniman dari 24 Negara
-
Luky Alfirman Jadi Wamenkeu, Pengamat: Bisa Jadi Akal-akalan Amankan Jalan Politik 2029
-
Kasus Bolosego Alkid Dinyatakan Bukan Pemerasan, Lalu Mengapa Ada Polisi Diproses Propam?
-
Isu Ijazah Gibran Disinyalir Tutupi Riuhnya Reshuffle Kabinet, Pengamat UngkapPermainan Politik
-
Mutasi 88 Perwira Belum Cukup! JPW Minta Kapolri Baru Sikat Habis Masalah Sampai ke Polsek