- Gempa bumi di Nusa Tenggara Timur pada 15 Agustus 2026 merusak permukiman warga dan memutus komunikasi mahasiswa asal NTT di Yogyakarta.
- Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menyalurkan bantuan dana senilai satu miliar rupiah kepada Pemerintah Provinsi NTT.
- Pemda DIY meminta kampus mengidentifikasi mahasiswa asal NTT di Yogyakarta untuk diberikan keringanan biaya pendidikan serta bantuan pangan.
Namun dia mengingatkan bantuan yang diberikan benar-benar menyentuh mahasiswa NTT yang terdampak, terutama mereka yang keluarganya berada di wilayah bencana.
Bagi Ancik, perhatian tersebut menjadi penting. Sebab, di tengah ketidakpastian kondisi keluarganya di Manggarai Timur, ia tetap harus bertahan hidup dan menyelesaikan skripsinya di Yogyakarta.
Apalagi dia yang tinggal di kos di kawasan belakang kampus masih kesulitan dalam mengakses informasi mengenai keluarganya di Wangkarweli karena masih sangat terbatas
Jika tidak ada tindak lanjut dari kampus, maka ia dan mahasiswa lainnya berencana berkomunikasi langsung dengan pihak perguruan tinggi.
"Kami baru tahu informasinya ada permintaan dari Pemda untuk keringanan biaya pendidikan," ujarnya.
Sementara itu Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X mengungkapkan Pemda DIY menyalurkan bantuan Rp1 miliar kepada Pemerintah Provinsi NTT untuk mendukung penanganan masyarakat terdampak bencana. Bantuan untuk daerah yang tertimpa bencana merupakan bagian dari tradisi Yogyakarta yang telah dilakukan sejak masa Sri Sultan Hamengku Buwono IX.
"Pemberian bantuan ini sudah jadi tradisi setiap ada gempa di manapun di wilayah Indonesia, kita bantu," katanya.
Sultan juga meminta dilakukan pendataan mahasiswa asal NTT di Yogyakarta yang keluarganya terdampak gempa. Termasuk mereka yang mengalami kesulitan ekonomi akibat bencana.
Pemda DIY bahkan telah mengirim surat kepada kampus-kampus di DIY untuk mengidentifikasi mahasiswa asal NTT sekaligus meminta adanya keringanan biaya pendidikan bagi mahasiswa terdampak.
Baca Juga: Perempuan Ini Terjang Ombak 2 Meter Demi Kibarkan Bendera Merah Putih di Tengah Laut
"Kita akan bicara mengenai biaya dan mendapatkan kemudahan akses agar tetap bisa melakukan pendidikan,' paparnya.
Sultan menyampaikan bantuan tersebut bukan hanya untuk penanganan korban bencana di NTT. Namun juga memastikan mahasiswa asal NTT di Yogyakarta tetap bisa melanjutkan kuliah.
"Sehingga mahasiswa yang di sini tetap bisa belajar di kampus," paparnya.
Kepala Bahubda NTT Florida Taty Setyawati mengatakan pendataan mahasiswa NTT di DIY masih berlangsung.
"Kami masih mengidentifikasikan mahasiswa dari mana saja yang terdampak gempa," ungkapnya.
Sekda DIY Ni Made Dwipanti Indrayanti mengatakan bantuan Rp1 miliar akan disalurkan melalui mekanisme transfer langsung kepada Pemprov NTT.
Selain itu, Pemda DIY mengirim obat-obatan dan perbekalan kesehatan senilai Rp38 juta melalui Dinas Kesehatan DIY dan BPBD DIY.
Berita Terkait
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- Sunscreen Apa yang Bisa Memudarkan Flek Hitam di Wajah? Ini 9 Rekomendasi Terbaiknya
- PJJ Jakarta 18 Agustus 2026 Besok: Berlaku untuk Sekolah Negeri-Swasta, ASN Boleh WFH 50 Persen
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
GEMPAR Dorong Pedagang Pasar Ngino Melek Digital Hingga Buka Wacana Pasar Sore
-
Festival Udin 2026, Merawat Ingatan 30 Tahun Kasus Udin
-
Warga Jogja Protes Desil Naik, Status Miskin Masuk Desil 9, Pemda DIY Minta BPS Klarifikasi
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Screening 'Harusnya Horror' di Jogja Jelang Penayangan: Reza Arap dan AAAClan Disambut Meriah