- Ngatiyem dan Lastri memprotes pernyataan Presiden Prabowo mengenai upah buruh pengupas bawang sebesar Rp700.000 per kilogram.
- Kedua buruh tersebut hanya menerima upah sebesar Rp3.000 per kilogram dari hasil mengupas bawang di Pasar Beringharjo.
- Pernyataan presiden tersebut membuat pelanggan takut menggunakan jasa mereka sehingga menurunkan pendapatan harian para buruh.
Padahal, setiap kilogram bawang yang dikupas harus dikerjakan dengan tenaga dan waktu. Mata pedih karena bawang pun sudah menjadi bagian dari keseharian.
Terlebih mereka juga mengeluhkan semakin sulitnya mendapatkan penghasilan dari aktivitas berdagang di pasar. Sayuran lain yang mereka jual pun tidak selalu laku banyak. Bayam, misalnya, hanya bisa terjual sekitar dua sampai tiga ikat pada kondisi tertentu.
Karenanya para pedagang berharap program pemerintah, termasuk MBG juga memberi ruang lebih besar bagi pedagang pasar tradisional. Sebab yang mereka rasakan, tingginya kebutuhan bahan pangan dalam program MBG ternyata tidak banyak diserap dari pedagang pasar.
“MBG pas jalan malah pedagang tidak payu (laku-red),” keluhnya.
Menurut Lastri, program dengan kebutuhan bahan pangan dalam jumlah besar semestinya bisa ikut menggerakkan pedagang kecil. Bawang, sayuran, dan kebutuhan pangan lainnya merupakan komoditas yang sehari-hari mereka jual.
Mereka bahkan khawatir jika pembelian bahan pangan lebih banyak terserap dari jalur tertentu, pedagang kecil di pasar tradisional justru semakin kesulitan.
"Padahal kan butuhe banyak, butuh brambang, butuh sayuran. Tapi pedagang tidak payu," imbuhnya.
Kontributor : Putu Ayu Palupi
Baca Juga: Swiss-Belhotel Airport Yogyakarta Gelar GSM Bertema "Noesantara 45" Sambut HUT ke-81 RI
Berita Terkait
Terpopuler
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
- 3 Sepatu Jalan untuk Lansia Paling Nyaman, Hands Free Tak Perlu Membungkuk
- Spanduk Polwan saat Adang Aksi BEMI UI Kena Rujak Netizen: Bu Polwan Salah Bawa Spanduk?
- Kulkas Sharp 2 Pintu Berapa Harganya? Ini 3 Pilihan yang Dingin dan Hemat Listrik Sesuai Review
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Fakta Pahit Buruh Pengupas Bawang di Jogja, Kerja Seharian Hanya Diupah Rp3 Ribu
-
Ospek Bukan Ajang Perpeloncoan, Rektor UNY: Perlakukan Mahasiswa Sebagai Raja-Ratu
-
BRI Cetak Rekor MURI: Hadirkan Kredit Kendaraan Serentak di 131 Lokasi
-
Dokter dan Nakes Viral Komentar Nirempati, FKKMK UGM Sebut Pembekalan Etika Bermedsos Sejak Maba
-
Dinkes DIY Siapkan 240 Kg Obat untuk Korban Gempa NTT, Pastikan Stok Jogja Tak Tertanggu