- MSV Studio dan Universitas Amikom Yogyakarta menyelesaikan film animasi Ajisaka berbiaya Rp240 miliar pada Agustus 2026.
- Produksi tahap akhir melibatkan sinematografer Hollywood serta pengisi suara ternama untuk memperkuat kualitas global film.
- Sebanyak 22 perusahaan distributor global seperti Sony Pictures menunjukkan ketertarikan untuk mendistribusikan film tersebut ke seluruh dunia.
SuaraJogja.id - Proyek film animasi Ajisaka: The King and The Flower of Life garapan MSV Studio bersama Universitas Amikom Yogyakarta kini telah memasuki tahap akhir post-production.
Film yang menghabiskan waktu produksi selama lima tahun tersebut ditargetkan rampung pada bulan ini dan bersiap masuk ke tahap penjualan ke jaringan distributor global mulai September hingga akhir November.
"Jadi, mudah-mudahan bulan ini selesai ya kan. Kemudian mulai September sampai akhir November mulai kita jual," kata salah satu sutradara film Ajisaka, M Suyanto yang sekaligus merupakan Rektor Universitas Amikom Yogyakarta, dikonfirmasi Sabtu (22/8/2026).
Suyanto mengungkapkan bahwa pengerjaan tahap akhir proyek animasi bernilai 15 juta dolar AS atau sekitar Rp240 miliar ini melibatkan deretan insan perfilman papan atas Hollywood.
Mulai dari Darren T. Holmes, sosok yang pernah terlibat sebagai editor di sejumlah film animasi unggulan seperti The Lion King (1994), Ratatouille (2007), dan How to Train Your Dragon (2010).
Selain itu, proses pengembangan film turut melibatkan Brock Powell sebagai co-director. Suyanto mengatakan naskah yang dibuatnya di Indonesia kemudian dibawa ke Hollywood untuk mendapatkan penyesuaian.
"Naskah sudah saya tulis, saya bawa ke Hollywood. Kemudian co-director saya melakukan namanya transcreation. Supaya dialognya itu Hollywood slang," ucapnya.
Tak hanya itu, ia menyebut proses color grading ditangani Walter Volpatto, yang pernah mengerjakan sejumlah film besar, termasuk Star Wars: The Last Jedi.
"Sebagai orang Indonesia saya menyutradarai orang kaya begini luar biasa kesempatan yang langka bagi saya," tandasnya.
Baca Juga: Desil Mendadak Melonjak, Warga Jogja Terancam Kehilangan Bansos
Tidak hanya penyuntingan gambar, proses pascaproduksi turut mencakup pengerjaan aspek suara dan musik latar film. Suyanto menyebut sekitar 80 persen musik telah ditempelkan ke film dan sisanya masih dalam proses penyelesaian.
Musik Ajisaka digarap oleh Grant Kirkhope, yang disebut pernah terlibat dalam proyek film Super Mario Bros. Rekaman musik dilakukan di Paramount Pictures dengan melibatkan 44 personel.
"Musiknya sudah 80 persen udah ditempel, kurang lebih 80 persen, kurang 20 persen. Pasti anda nanti akan nonton Ajisaka, musik yang berbeda dengan film Indonesia. Sudah Hollywood style," ujarnya.
Dari sisi pengisi suara, Ajisaka turut melibatkan 15 aktor Hollywood. Beberapa nama yang disebut Suyanto di antaranya Ryan Potter, Lucy Liu, dan Kevin Durand.
Keterlibatan aktor tersebut menjadi bagian dari strategi MSV Studio untuk memperkuat daya jual film ketika masuk ke pasar internasional. Suyanto menilai kehadiran nama-nama besar tersebut sekaligus menunjukkan bahwa cerita lokal Indonesia dapat diproduksi dengan standar industri global.
"Film Ajisaka sendiri itu melibatkan 15 bintang Hollywood untuk dubber, yang terkenal satu adalah Ryan Potter, yang kedua Lucy Liu. Kemudian yang ketiga Kevin Durand. Ini bintang-bintang besar Hollywood," ungkapnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Film Animasi Indonesia Ajisaka Menuju Pasar Global, Sony Pictures hingga Netflix Mulai Melirik
-
Pakar UMY Ingatkan Risiko Salah Sasaran Bansos Jika Desil DTSEN Jadi Patokan Mutlak
-
100 Ahli Ortopedi dari 15 Negara Bahas Masa Depan Penanganan Sendi di Yogyakarta
-
GEMPAR Sambangi Pasar Godean, Seni Tradisional Warok Siap Hebohkan Warga
-
Kendaraan Kustom Makin Marak di Jogja, Legalitas Masih Jadi PR Besar