Budi Arista Romadhoni
Senin, 14 September 2026 | 07:59 WIB
Ketum PMI, Jusuf Kalla menyampaikan paparan dalam pelantikan pengurus PMI DIY di Kompleks Kepatihan Yogyakarta, Minggu (13/9/2026).[Suarajogja.id/Putu Ayu Palupi]
Baca 10 detik
  • Ketua Umum PMI Jusuf Kalla menyatakan Indonesia menghadapi lima bencana serentak pada Minggu (13/9/2026) di Yogyakarta.
  • PMI dan pemerintah menggalakkan program penghijauan untuk mencegah kerusakan lingkungan yang memperparah bencana alam.
  • Ketua PMI DIY Prabukusumo mengungkap tantangan operasional organisasi karena keterbatasan anggaran dari APBD daerah.

“Sekarang ini bukan hanya membantu orang yang korban, tapi mencegah terjadinya kemanusiaan,” katanya.

Sementara itu di tengah ancaman kekeringan, PMI telah mengerahkan hampir 200 mobil tangki air di berbagai wilayah Indonesia. Bantuan juga dikirim ke NTT dalam bentuk logistik, relawan, dan dokter.

JK mengibaratkan PMI sebagai organisasi yang berada di tengah antara masyarakat yang ingin membantu dan masyarakat yang membutuhkan bantuan.

"PMI menerima bantuan dari masyarakat maupun perusahaan untuk kemudian menyalurkannya kepada masyarakat terdampak melalui organisasi dan perlengkapan yang tersedia," paparnya.

Sementara itu, Ketua PMI DIY GBPH  Prabukusumo yang kembali terpilih untuk periode ketiga mengungkap tantangan pembiayaan organisasi di daerah. Prabukusumo mengatakan PMI DIY hanya mendapatkan dukungan APBD sekitar Rp200 juta. Padahal, kebutuhan operasional dalam setahun mencapai sekitar Rp2 miliar.

"Saya sebetulnya penginnya regenerasi, tapi ternyata banyak yang tidak sanggup karena APBD-nya cuma Rp200 juta, habisnya setahun Rp2 miliar," ungkapnya.

Meski demikian, PMI DIY mampu menjalankan tugas kemanusiaan dengan dukungan lebih dari 60 mitra kerja. Prabukusumo menegaskan integritas menjadi prinsip utama dalam menjalankan organisasi. 

Ia bahkan mengingatkan jajaran PMI agar tidak sekadar menghindari korupsi, tetapi juga memastikan setiap sumber daya digunakan secara efisien dan efektif.

"Jujur saja tidak cukup. Harus ada efisiensi dan efektivitas tanpa mengurangi kualitas dan kuantitas," katanya.

Baca Juga: Jogja Punya 22 Masalah Besar yang Tak Kunjung Tuntas, Kampus Akhirnya Diminta Turun Tangan

Dia menegaskan kepemimpinan PMI bukanlah sebuah kebanggaan pribadi, melainkan tanggung jawab dan pengabdian. Karena itu, Prabukusumo mengajak seluruh pengurus, staf, dan relawan PMI se-DIY memperkuat kolaborasi, menjaga integritas.

"Kita juga terus berinovasi menghadapi tantangan kemanusiaan di masa depan," imbuhnya.

Kontributor : Putu Ayu Palupi

Load More