Budi Arista Romadhoni | Hiskia Andika Weadcaksana
Jum'at, 18 September 2026 | 08:23 WIB
Suasana Pasar Kolombo, Kalurahan Condongcatur, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, Kamis (17/9/2026).[Suara.com/Hiskia]
Baca 10 detik
  • Pasar Kolombo Sleman meluncurkan platform belanja daring pasarkolombo.id pada September 2026 yang difasilitasi Pustek UGM.
  • Uji coba tahap awal melibatkan tujuh pedagang untuk melayani pesanan dengan gratis ongkir radius tiga kilometer.
  • Sistem digital ini bertujuan memperluas pemasaran pedagang dan memperkuat eksistensi pasar rakyat secara berkelanjutan.

Pengantaran Sekali Waktu, Radius Tiga Kilometer

Fahmi Al-Kahfi yang berperan sebagai kurir dalam program itu, mengatakan layanan pengantaran masih dilakukan secara terbatas karena platform baru berjalan sekitar dua pekan. Pesanan yang masuk didominasi sayuran dan produk basah seperti daging-dagingan.

"Cuma yang laku baru produk sayuran. Sayuran sama basah, daging-dagingan gitu. Ini sehari masih, karena baru mulai, itu sekitar 5 transaksi sampai 8 transaksi (per hari)," ungkap Fahmi.

Disampaikan Fahmi, pengantaran sejauh ini dilakukan ke kawasan sekitar Pasar Kolombo, antara lain Sardonoharjo, Sinduharjo, Mlati, Caturtunggal, dan Condongcatur. Sebagian besar konsumen yang memesan merupakan penghuni perumahan.

Layanan pengantaran gratis untuk konsumen dalam radius tiga kilometer dari pasar selama masa uji coba. Pengelola belum melayani pesanan di luar radius tersebut.

"Ini sementara jarak tertentu, radius 3 kilo dari ini, itu sementara masih gratis karena masih uji coba, toh," ungkapnya

Fahmi menambahkan, pesanan dapat dilakukan melalui website pasarkolombo.id tanpa harus memiliki akun. Konsumen dapat memilih produk yang tersedia, memasukkannya ke keranjang belanja, kemudian menyelesaikan pembayaran menggunakan QRIS atau membayar secara langsung saat barang diantar.

Sistem pengantaran masih dilakukan satu kali dalam sehari. Pesanan yang masuk hingga pukul 10.00 WIB dikumpulkan untuk diantar sekitar pukul 08.00 WIB pada hari berikutnya, sedangkan pesanan susulan dilayani secara bertahap.

Digitalisasi untuk Memperkuat Pasar Rakyat

Baca Juga: Dari Aceh hingga Nusa Tenggara, Membaca Peta Ancaman Megathrust Indonesia

Peneliti Pustek UGM, Puthut Indroyono, mengatakan uji coba program bertajuk Pasar Rakyat Digital V2.0 itu menjadi bagian penting untuk melihat penerapan sistem secara langsung. 

Proses tersebut juga digunakan untuk mengidentifikasi hal-hal yang masih perlu dikembangkan bersama peneliti, pengelola pasar, pedagang, dan masyarakat.

"Dari pelaksanaan ujicoba ini, kami ingin melihat apa yang sudah berjalan baik dan apa yang masih perlu disempurnakan, sehingga apabila nantinya dikembangkan lebih luas, kita sudah lebih siap dan manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang," ungkap Puthut.

Puthut berharap masyarakat sekitar Pasar Kolombo ikut mencoba layanan tersebut selama masa pengembangan. Masukan dari konsumen dan pedagang akan menjadi bahan penyempurnaan platform agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

Load More