Tersangka MNH (45) ditahan dalam kasus dugaan kekerasan seksual di Mapolresta Sleman, Jumat (18/9/2026). [Suara.com/Hiskia]
Baca 10 detik
- Polisi menegaskan pernikahan siri tersangka MNH dan korban FN pada 7 Juli 2026 tidak menghentikan proses hukum pidana.
- Tersangka MNH ditahan di Polresta Sleman dan dijerat Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual dengan ancaman dua belas tahun penjara.
- Korban FN yang mengalami kehamilan dan trauma kini mendapatkan pendampingan serta perlindungan dari instansi pemerintah daerah.
Polisi mengimbau masyarakat yang mengalami atau mengetahui tindak pidana kekerasan seksual agar melaporkannya kepada aparat. Unit PPA Satreskrim Polresta Sleman juga membuka akses pelaporan bagi masyarakat yang membutuhkan penanganan.
"Tentunya kepada seluruh warga ya, warga masyarakat khususnya Kabupaten Sleman, tentunya apabila mendapati atau mengalami tindak pidana kekerasan seksual silakan untuk lapor ke Unit PPA Satreskrim Polresta Sleman atau bisa telepon ke 110," ungkapnya.
Adapun MNH disangkakan Pasal 6 huruf c Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual dengan ancaman pidana penjara paling lama 12 tahun atau denda paling banyak kategori VII.
Berita Terkait
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- Tolak Andrea Bocelli, GPCI Bakal Gelar Konser Besar Galang Dana Palestina
- Prestasi Kinclong Netty Rosdiana Siagian: Mundur dari Polri, Tak Sejalan dengan Hati Nurani
- 7 Sneakers Lokal dengan Rating Bintang 5 di Shopee yang Nyaman dan Modis
Pilihan
-
Gempa M 5,5 Guncang Laut Barat Laut Tanimbar, Getaran Terasa hingga Saumlaki
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
Terkini
-
Copot Kapolres Sukoharjo Tak Cukup, Penggeledahan Ponpes Disebut JPW Efek Mutasi Awur-awuran
-
Generasi Muda Mulai Apatis terhadap Tuhan, Muhammadiyah Jawab Fenomena Agnostisisme dengan ChatHPT
-
RANS Carnival Kena Cancel Culture, Pakar Komunikasi Sebut Ini Bukan Sekadar Retorika
-
Dominasi Lapangan, SMK Nusantara dan MAN 1 Kabupaten Sukabumi Jadi Juara AXIS Nation Cup 2026
-
Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat