- MSCI mengusulkan reklasifikasi pasar saham Indonesia menjadi standalone market pada 15 Oktober 2026 akibat masalah transparansi.
- Dosen UMY Ayif Fathurrahman menyatakan pemerintah harus memperhatikan dinamika ekonomi dan geopolitik global dalam merespons usulan tersebut.
- Pemerintah didesak memperbaiki integritas pasar modal sekaligus memperkuat strategi jangka panjang guna menjaga kepercayaan investor internasional.
Sementara itu, negara-negara anggota BRICS mendorong pembahasan penggunaan mata uang lokal dalam transaksi perdagangan serta pengembangan konektivitas sistem pembayaran lintas negara.
Menurut Ayif, perkembangan tersebut memperlihatkan persaingan ekonomi global tidak hanya berlangsung melalui perdagangan barang dan jasa. Sistem keuangan, arus investasi, dan kepercayaan terhadap pasar juga menjadi bagian penting dari persaingan tersebut.
"Dalam situasi itu, Indonesia perlu memperhitungkan dampak perubahan ekonomi global terhadap kebijakan investasi dan pengembangan pasar modal nasional," ungkapnya.
Respons pemerintah terhadap usulan reklasifikasi MSCI, lanjutnya tidak cukup hanya dengan memperbaiki indikator yang menjadi sorotan. Pemerintah juga perlu membangun strategi jangka panjang untuk memperkuat daya tahan pasar keuangan nasional.
Transparansi kepemilikan saham, keterbukaan informasi, pengawasan transaksi dan penegakan hukum harus menjadi prioritas. Pembenahan itu penting agar pasar modal Indonesia memiliki fondasi yang kuat dan mampu menjaga kepercayaan investor.
Pada saat bersamaan, pendalaman pasar keuangan dan peningkatan daya saing perusahaan nasional perlu diperkuat agar perekonomian tidak terlalu rentan terhadap perubahan sentimen maupun arus modal global karena keterbukaan terhadap investasi internasional tetap diperlukan.
"Namun, keterbukaan tersebut harus disertai kemampuan negara menentukan prioritas pembangunan dan menegakkan aturan secara konsisten," imbuhnya.
Kontributor : Putu Ayu Palupi
Baca Juga: KKN Berubah Jadi Misi Kemanusiaan, 61 Mahasiswa UMY Bertahan di Tengah Bencana NTT
Berita Terkait
Terpopuler
- Korupsi Rp18,7 Miliar, Wakil Bupati Indramayu Resmi Ditahan, Lucky Hakim Masih Bungkam
- Dingatkan Teddy Segera Akhiri Pidato, Prabowo: Letkol Ngatur Presiden
- Cetak 6 Gol dalam 6 Laga Bersama Persija, Shin Tae-yong Angkat Topi untuk Alexander Jeremejeff
- Sepatu Lari Buatan Lokal Unjuk Gigi di Berlin dan Chicago Marathon
- Bisakah Bedak Marcks dan Air Mawar Viva untuk Mengunci Makeup? Begini Caranya
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
BRI Buka Jalan Karier bagi Talenta Muda Lewat Program Magang Nasional
-
Bikin Pembatik Jogja Bernapas Lebih Lega, Inovasi Lilin Ini Ternyata Berasal dari Bahan Tak Terduga
-
Jaga Kesehatan Diri dan Keluarga, BRI Tawarkan Privilege Eksklusif bagi Nasabah
-
Reklasifikasi MSCI Ancam Pasar Modal RI, Pemerintah Diminta Waspadai Geopolitik Global
-
Dari Arena Panjat hingga Meja Juri, Dua Perempuan Jogja Mengukir Peran di Asian Games