Teken Surat Kutukan, Narmi Curhat Utang Menumpuk untuk Keperluan Berobat

Bahkan, dia mengaku akibat meminjam uang untuk berobat, utangnya kepada tetangganya itu kian menumpuk.

Agung Sandy Lesmana
Selasa, 18 Juni 2019 | 14:23 WIB
Teken Surat Kutukan, Narmi Curhat Utang Menumpuk untuk Keperluan Berobat
Narmi, wanita harus meneken Surat Kutukan Tuhan agar bisa berobat gratis. (Suara.com/Rahmad Ali)

SuaraJogja.id - Narmi (55), wanita asal Gunungkidul yang meneken surat berisi kutukan dari Tuhan mengaku kerap mengutang kepada tetangganya agar bisa mengobati sakit lambung yang diderita sejak 6 bulan silam. Peminjaman uang itu sejak Kartu Indonesia Sehat (KIS) miliknya dinyatakan diblokir.

Bahkan, dia mengaku akibat meminjam uang untuk berobat, utangnya kepada tetangganya itu kian menumpuk.

"Sampai sekarang KIS saya belum bisa di pakai, kalau berobat harus mengutang sama tetangga dan saudara. Sampai sekarang utang saya tambah banyak," kata Narmi saat ditemui di kediamannya di Desa Rejosari, Semin, Gunungkidul Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Selasa (18/6/2019).

Agar bisa lagi berobat gratis menggunakan KIS, Narmi bahkan terpaksa membubuhkan tanda tangannya pada surat yang berbunyi kutukan dari Tuhan. Pernyataan surat kutukan dari Tuhan itu terjadi saat Narmi hendak mengurus Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) agar KIS miliknya bisa diaktifkan lagi.

Baca Juga:Teken Surat Kutukan Demi Berobat, Narmi: Siapa Sih yang Mau Dikutuk Miskin

Surat kutukan tuhan yang diberikan kepada warga bernama Narmi. (Suara.com/Rahmad Ali).
Surat kutukan tuhan yang diberikan kepada warga bernama Narmi. (Suara.com/Rahmad Ali).

Surat berisi pernyataan kutukan itu sempat viral di tempat tinggalnya. 

Lebih lanjut, Narmi mengaku sejak 3 bulan terakhir harus sudah tidak bisa bekerja sebagai buruh serabutan dan hanya mengandalkan pendapatan suaminya, Lardiyanto (60).

"Hasilnya tidak seberapa gitu ya, kadang-kadang ada, paling banyak ya Rp. 50.000 itu paling banyak. Itu pun hanya seminggu sekali kalau pun ada," kata Narmi.

Penghasilan tidak tetap itu tambah berat lagi dengan datangnya musim kemarau. Lantaran sawah-sawah di desanya tidak bisa ditanami.

"Kami hanya punya sepetak sawah tadah hujan, kalau kemarau tidak bisa ditanami. Kalau pun lagi musim hujan, hasil panennya paling banyak Rp. 1.500.000 untuk setahun sekali," kata Narmi.

Baca Juga:Pemkab Gunungkidul Akan Evaluasi Surat Kutukan Tuhan

Kontributor : Rahmad Ali

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Cocok Kamu Jadi Orang Kaya? Tebak Logo Merek Branded Ini
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
Checklist Mobil Bekas: 30 Pertanyaan Pemandu pas Cek Unit Mandiri, Penentu Layak Beli atau Tidak
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Mental Health Check-in, Kamu Lagi di Fase Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Jenis Motor Favorit untuk Tahu Gaya Pertemanan Kamu di Jalanan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Gibran Rakabuming Raka?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 15 Soal Matematika Kelas 9 SMP dan Kunci Jawaban Aljabar-Geometri
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak