Tokoh NU soal Papua: Kita Semua Satu Badan, Satu Sakit yang Lain Ikut

"...Kalau mencontoh Nabi Muhammad SAW, kita ini semua satu badan, kalau satu bagian sakit maka yang lainnya juga ikut sakit," katanya.

Agung Sandy Lesmana
Minggu, 01 September 2019 | 23:03 WIB
Tokoh NU soal Papua: Kita Semua Satu Badan, Satu Sakit yang Lain Ikut
Aksi damai untuk Papua yang digelar sejumlah elemen masyarakat di Yogyakarta. (Suara.com/Putu).

SuaraJogja.id - Ratusan warga, tokoh masyarakat, seniman, budayawan, mahasiswa, musisi, akademisi hingga simpatisan partai berkumpul di Tugu Pal Putih Yogyakarta, Minggu (1/9/2019) malam.

Bersama Ratu Yogyakarta, GKR Hemas, mereka menggelar aksi damai untuk Papua bertajuk "Kitorang Semua Basudara, Indonesia Rumah Kita Bersama".

Tak hanya orasi budaya, sejumlah atraksi juga ditampilkan dalam aksi kali ini. Mulai dari pantomine, musikalisasi puisi, paduan suara hingga doa bersama.

Dalam orasinya, tokoh Nahdlatul Ulama (NU), Hilmy Muhammad atau Gus Hilmy mengungkapkan NKRI merupakan harga mati. Pancasila pun telah disepakati sebagai dasar dan falsafah bangsa Indonesia. Karenanya sangat disayangkan adanya isu-isu kewilayahan dan kesukuan yang terjadi saat ini.

Baca Juga:Situasi Papua Terkini, Mencekam, Sampai Jokowi Bersuara

Aksi damai untuk Papua yang digelar sejumlah elemen masyarakat di Yogyakarta. (Suara.com/Putu).
Aksi damai untuk Papua yang digelar sejumlah elemen masyarakat di Yogyakarta. (Suara.com/Putu).

"Isu kewilayahan dan kesukuan yang basi dan tidak mendidik sebagai bangsa sangatlah disayangkan. Kalau mencontoh Nabi Muhammad SAW, kita ini semua satu badan, kalau satu bagian sakit maka yang lainnya juga ikut sakit," katanya.

Guru Besar Fakultas Filsafat UGM, Mukhtasar Syamsuddin menyampaikan, perbedaan merupakan harta kekayaan Indonesia. Karenanya tidak boleh ada diskriminasi pada semua warga bangsa, termasuk rakyat Papua.

"Indonesia dibangun dari perbedaan. Papua adalah bagian dari Indonesia, karena itu harus kita sayangi," ungkapnya.

Mengutip sila-sila dalam ideologi bangsa, Pancasila, Mukhtasar menyatakan pihak-pihak yang tidak menghargai perbedaan dan perikemanusian bukanlah orang Indonesia. Rakyat Papua sebagai bagian dari Negara Kesatuan Repubik Indonesia (NKRI) harus diperlakukan dengan adil.

"Mari kita rawat negara yang dibangun diatas pondasi Pancasila ini," tandasnya.

Baca Juga:Seribu Anak Yatim Lintas Agama Berdoa untuk Kedamaian Papua

Kontributor : Putu Ayu Palupi

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
Checklist Mobil Bekas: 30 Pertanyaan Pemandu pas Cek Unit Mandiri, Penentu Layak Beli atau Tidak
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Mental Health Check-in, Kamu Lagi di Fase Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Jenis Motor Favorit untuk Tahu Gaya Pertemanan Kamu di Jalanan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Gibran Rakabuming Raka?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 15 Soal Matematika Kelas 9 SMP dan Kunci Jawaban Aljabar-Geometri
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Lelah Mental? Cek Seberapa Tingkat Stresmu
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak