Ini Pengakuan Pengikut yang Tertarik Mengikuti Komunitas Padma Buana

Tak ada jumlah pasti anggota di dalam komunitas ini.

Chandra Iswinarno | Muhammad Ilham Baktora
Kamis, 14 November 2019 | 04:50 WIB
Ini Pengakuan Pengikut yang Tertarik Mengikuti Komunitas Padma Buana
Upacara Odalan atau peringatan Maha Lingga Padma Buana di Dusun Mangir Lor Kecamatan Pajangan Kabupaten Bantul terpaksa dihentikan, Selasa (12/11/2019). [Dok. umat]

SuaraJogja.id - Peserta ritual keagamaan Odalan atau Peringatan Maha Lingga Padma Buana yang digelar di Dusun Mangir Lor Desa Sendangsari Kecamatan Pajangan, Kabupaten Bantul mengaku tertarik bergabung ke dalam komunitas kepercayaan ini karena ada keterikatan batin. Selain itu, ada misi untuk mendekati komunitas kepercayaan tersebut.

"Untuk diklarifikasikan bahwa ini adalah komunitas bukan paguyuban. Jadi kami tergabung dari berbagai kepercayaan yang ada di seluruh Indonesia," ungkap Pandita Padma Wiradarma pada SuaraJogja.id pada Rabu (13/11/2019).

Padma mengungkapkan, komunitas ini terbentuk sejak 2015 silam. Dia menuturkan tak ada jumlah pasti anggota di dalam komunitas ini.

"Kami sudah terbentuk sejak empat tahun lalu. Kita tak punya nama memang. Anggota kami kadang bertambah dan kadang berkurang. Jadi ini bukan organisasi terstruktur, juga bukan paguyuban seperti yang dikabarkan di berita," jelasnya.

Baca Juga:Polda DIY Jelaskan Polemik Ritual Piodalan Peringati Wafatnya Ki Mangir

Dia mengungkapkan ketertarikan masuk ke dalam komunitas ini memang karena ada kedekatan batin dan kesesuaian misi dengan anggota lain.

"Ini kan komunitas jadi seperti saudara dan inilah yang menyebabkan kami bisa saling bersinergi. Apalagi kami berkumpul dari berbagai latar kepercayaan yang berbeda. Sehingga bisa saling bertukar ilmu," tambahnya.

Disinggung soal kegiatan yang kerap dilakukan komunitas itu, Padma mengungkapkan, sering melakukan Sembahyang Purnama Tilem bersama anggota. Selain itu, jika ada anggota yang menggelar acara atau upacara, komunitas ini juga melakukan bersama.

"Kegiatan ini yang kami lakukan paling sering. Jadi yang berkenan hadir datang jika tidak bisa ya sudah. Biasanya kami lakukan di Mangir Lor juga," tambahnya.

Salah seorang anggota lain, Nusya menerangkan bergabungnya ke komunitas tersebut karena memiliki misi untuk mencari ilmu di tengah komunitas kecil yang ada di Indonesia. Termasuk ke komunitas kepercayaan itu.

Baca Juga:Ini Kronologis Pembubaran Upacara Peringatan Wafatnya Ki Mangir Versi Umat

"Saya ini berusaha untuk bisa hadir didalam komunitas-komunitas ini. Sehingga ilmu yang ada di sini dengan banyak latar belakang bisa menambah ilmu dan kedekatan antara saudara di komunitas ini," ungkapnya.

Untuk diketahui, Warga Dusun Mangir Lor membubarkan upacara keagamaan yang dilakukan oleh seorang warganya Utiek Suprapti, Selasa (12/11/2019). Pasalnya penyelenggara tak memiliki izin kegiatan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak