Sering Dilewati, Jembatan Rejodani-Prumpung Sleman Diperlebar Tahun Ini

Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana
Sering Dilewati, Jembatan Rejodani-Prumpung Sleman Diperlebar Tahun Ini
Warga melintas di Jembatan Rejodani-Prumpung, Desa Sariharjo, Kecamatan Ngaglik, Kabupaten Sleman, yang kondisinya memprihatinkan, Minggu (5/1/2019). - (Harian Jogja/Abdul Hamid Razak)

Pada 2017 lalu, warga sempat menyuarakan protes terhadap Pemkab supaya segera memperbaiki fisik jembatan karena beberapa bagiannya kala itu sudah keropos.

SuaraJogja.id - Kerusakan pada Jembatan Rejodani-Prumpung, Desa Sariharjo, Kecamatan Ngaglik, Kabupaten Sleman akan diperbaiki tahun ini. Tak hanya itu, jalan jembatan juga akan diperlebar.

Rencana tersebut telah disampaikan Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Sleman Achmad Subhan. Ia mengatakan, perbaikan jembatan dilakukan karena kondisinya sudah tidak memadai lagi dan lebar jembatan hanya bisa dilalui satu kendaraan.

HarianJogja.com -- jaringan Suara.com -- melaporkan, perbaikan jembatan sudah pernah dilakukan sebenarnya, tetapi sifatnya sementara. Baru tahun ini, kata Subhan, Pemkab akan melakukan perbaikan secara menyeluruh.

"Insyaallah tahun ini dikerjakan. Segera kami masukkan dalam penawaran lelang," katanya soal jembatan yang dibangun di atas aliran sungai Kali Boyong sejak 2004 silam itu, Minggu (5/1/2020).

Selain memperbaiki konstruksi jembatan, pihaknya juga akan melebarkan jalan jembatan, yang sebelumnya hanya enam meter, menjadi delapan meter. Alasannya, selama ini jembatan tersebut cukup vital untuk menghubungkan sejumlah desa.

Subhan menerangkan, Jembatan Rejodani-Primpung merupakan satu dari empat jembatan lainnya yang akan diperbaiki tahun ini. Selain Rejodani, jembatan lain yang akan diperbaiki adalah Jembatan Pasekan di sebelah timur Pasar Tajem Depok.

"Ada juga jembatan Sayidan di wilayah Minggir," ujar Subhan.

Salah seorang warga Rejodani, Supardi, mengatakan bahwa perbaikan jembatan tersebut dibutuhkan oleh masyarakat. Pada 2017 lalu, warga sempat menyuarakan protes terhadap Pemkab supaya segera memperbaiki fisik jembatan karena beberapa bagiannya kala itu sudah keropos.

"Sudah pernah diperbaiki tapi lebar jembatan belum," tutur Supardi.

Ia menyebutkan, jembatan tersebut merupakan rute utama warga. Namun, jika mobil melintas di sana, jembatan hanya bisa digunakan satu ekndaraan itu, sementara pengendara yang lain harus menunggu. Supardi pun berharap Pemkab segera melakukan pelebaran jalan agar nanti dua lajur bisa digunakan untuk kendaraan.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS