Ratusan Penari Mangayubagyo Golek Menak di Selasa Wagen

Tarian tersebut ditampilkan sebagai upaya mangayubagyo atau melestarikan warisan tak benda Keraton Yogyakarta.

Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana
Selasa, 14 Januari 2020 | 21:42 WIB
Ratusan Penari Mangayubagyo Golek Menak di Selasa Wagen
Ratusan penari melakukan flash mob Golek Menak saat Selasa Wagen di kawasan semi pedestrian Malioboro, Selasa (14/1/2020) sore. - (Suara.com/Putu)

SuaraJogja.id - Ratusan penari menggelar flash mob Tari Golek Menak dalam rangkaian acara Selasa Wagen di kawasan semi pedestrian Malioboro, Selasa (14/1/2020) sore. Berdurasi masing-masing sekitar lima menit, para penari menampilkan tarian karya Sri Sultan HB IX tersebut.

Flash mob terbagi di empat titik kawasan Malioboro, yakni di Titik Nol Km, Kepatihan, Malioboro Mall, dan Grand Inna Malioboro.

Penghageng Kawedanan Hageng Punakawan Kridhamardawa Keraton Yogyakarta KPH Notonegoro di sela flash mob Tari Golek Menak mengungkapkan, tarian tersebut ditampilkan sebagai upaya mangayubagyo, atau melestarikan warisan tak benda Keraton Yogyakarta.

“Banyak penari yang tertarik untuk ikut flash mob ini padahal latihan bersama juga baru tadi siang jam dua,” ujarnya.

Baca Juga:Polisi Cari Pemilik Akun Twitter @digeeembok

Tarian itu, lanjut Notonegoro, juga menjadi bagian dari promosi pagelaran Wayang Orang Golek Menak yang digelar 7 Maret 2020 mendatang. Tanggal tersebut bertepatan dengan perayaan 31 tahun Jumenengan Sri Sultan HB X.

“Tarian ini juga merupakan genre tari baru seperti wayang golek,” jelasnya.

Notonegoro, yang kali ini ikut menari, menjelaskan, para penari sudah beberapa kali menampilkan flash mob tarian tradisional setiap Selasa Wage. Sebelumnya mereka menampillkan Tarian Beksan Wanara dan Beksan Bugis.

Berkat flash mob tersebut, ketertarikan masyarakat untuk belajar menari tarian klasik makin besar. Banyak orang yang kemudian belajar tari-tari tradisional tersebut saat ini.

Baca Juga:Derita Lyme seperti Justin Bieber, Gadis Ini Akui Serasa 'Tertabrak Truk'

“Awalnya hanya uji coba di Selasa Wage pertama. Namun kemudian semakin banyak yang bergabung. Bahkan dari daerah lain ikut mencontoh dengan menampilkan potensi daerahnya,” jelasnya.

Sementara, salah seorang abdi dalem Dalang Keraton Yogyakarta, Ki Cermo Sugondo, mengungkapkan, tarian Golek Menak jarang ditarikan dalam banyak kesempatan saat ini. Tarian tersebut mengalami masa kejayaan pada 1980-an.

“Karenanya saat ini kami mencoba kembali mengenalkan tarian ini kepada masyarakat,” imbuhnya.

Kontributor : Putu Ayu Palupi

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak