Polres Sleman Imbau Pemilik Toko di Pinggir Jalan Pasang CCTV

Galih Priatmojo | Muhammad Ilham Baktora
Polres Sleman Imbau Pemilik Toko di Pinggir Jalan Pasang CCTV
Kasat Reskrim Polres Sleman AKP Rudy Prabowo memberi keterangan kepada wartawan terkait kasus penganiayaan dan perusakan warung makan di tiga lokasi wilayah Sleman di Mapolda DIY, Jumat (10/1/2020). - (SUARA/Baktora)

beberapa titik di Sleman masuk lokasi rawan klitih.

SuaraJogja.id - Polres Sleman mengimbau kepada para pelaku usaha bisa memasang kamera pengawas (CCTV) yang mengarah ke jalan raya. Hal itu untuk memudahkan masyarakat dan juga kepolisian menemukan terduga pelaku tindak kejahatan di jalan.

Hal tersebut diungkapkan Kasat Reskrim Polres Sleman, AKP Rudy Prabowo saat dihubungi SuaraJogja.id, Rabu (12/2/2020).

"Beberapa petunjuk untuk mengungkap kejahatan jalanan salah satunya melalui kamera pengawas. Maka para pengusaha yang ada di beberapa ruas jalan bisa memasang alat tersebut," kata Rudy.

Hal itu, lanjut Rudy bukan untuk polisi namun juga untuk kebaikan bersama saat terjadi sebuah peristiwa yang tidak diinginkan.

"Ya imbauannya bagi pengusaha baik kuliner 24 jam serta toko-toko lain bisa menyisihkan pendapatannya untuk memasang cctv yang mengarah ke jalan. Jadi tidak mengarah ke dalam toko atau tempat usahanya saja," kata dia.

Ia menjelaskan ruas jalan yang berpotensi terjadi kejahatan tak semua bisa dijangkau polisi. Maka dari itu, petunjuk berupa kamera pengawas cukup efektif untuk mengetahui tindakan dan ciri-ciri pelaku.

Disinggung terkait cara pelaku bisa mengganti nomor polisi, Rudy tak menampik hal itu sangat dimungkinkan. Kendati begitu razia yang dilakukan pihak Ditlantas menjadi salah satu upaya meminimalisasi penyalahgunaan nomor kendaraan.

"Penggantian nomor polisi (sebelum pelaku melancarkan aksi) sangat dimungkinkan. Artinya kami bersinergi dengan sejumlah bagian di kepolisian untuk mencegah penyalahgunaan itu. Kasus ini memang menjadi perhatian polisi, apalagi aksi kejahatannya hingga menimbulkan korban," jelas dia.

Sebelumnya diberitkan, masyarakat Yogyakarta kembali diteror dengan aksi klitih. Tak hanya meneror, masyarakatpun menjadi korban. Kasus terakhir, menimpa seorang driver ojek online yang mendapat 27 jahitan di bagian pipi hingga pundak kanan.

Korban bernama Enrico Kristanto, harus dirawat intensif dan hingga kini masih menjalani pemulihan. Akibat penganiayaan tersebut, pelaku membuat bekas luka dan parahnya, beberapa korban mengalmi trauma saat di jalan raya.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS