Bukan Corona, Diduga Ini Penyebab Harga Gula Pasir di Gunungkidul Naik

Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana
Bukan Corona, Diduga Ini Penyebab Harga Gula Pasir di Gunungkidul Naik
Ilustrasi gula. (Shutterstock)

Virgilio mengungkapkan, kenaikan ini merupakan hal yang rutin terjadi di Indonesia.

SuaraJogja.id - Di Kabupaten Gunungkidul, harga gula pasir di pasaran naik sampai Rp16.000 per kilogram. Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Gunungkidul menduga, makin mendekatnya bulan suci Ramadan merupakan salah satu penyebab kenaikan tersebut.

"Pantauan kami juga memang gula pasir ini mengalami kenaikan, hasil analisis kami [kenaikan ini] karena memang akan memasuki musim bulan puasa Ramadhan," kata Sekretaris Disperindag Virgilio Soriana kepada Harianjogja.com -- jaringan SuaraJogja.id, Kamis (5/3/2020).

Virgilio mengungkapkan, kenaikan ini merupakan hal yang rutin terjadi di Indonesia, yakni ketika menjelang bulan Ramadan, berbagai bahan pokok seperti gula pasir akan mengalami kenaikan. Selain itu, kenaikan juga disebabkan adanya keterbatasan pasokan gula pasir, sehingga ada stok untuk para pedagang menurun.

"Adanya keterbatasan pasokan, kami juga komunikasi terus dengan provinsi agar bsia menjaga stok. Juga kami mengajak Bulog agar bisa melakukan kegiatan penetrasi pasar, sehingga stoknya bisa ditingkatkan," jelas dia.

Di sisi lain, pihaknya memastikan, keterbatasan stok gula pasir bukan dampak dari merebaknya virus corona Covid-19.

"Sepertinya enggak [karena corona] karena kita di Indonesia punya pabrik gula sendiri," tutur Virgilio.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS