Nekat Pepet Jambret hingga Jatuh, Mahasiswi di Jogja Sempat 'Overthinking' Takut Disalahkan Netizen

Polresta Yogyakarta apresiasi 4 warga, termasuk mahasiswi Eviana, yang gagalkan jambret. Mereka terima penghargaan & tali asih

Budi Arista Romadhoni | Hiskia Andika Weadcaksana
Rabu, 11 Februari 2026 | 14:21 WIB
Nekat Pepet Jambret hingga Jatuh, Mahasiswi di Jogja Sempat 'Overthinking' Takut Disalahkan Netizen
Eviana menerima piagam penghargaan dari Polresta Yogyakarta, Rabu (11/2/2026). [Suara.com/Hiskia]
Baca 10 detik
  • Polresta Yogyakarta mengapresiasi empat warga, termasuk mahasiswi Eviana, karena menggagalkan aksi penjambretan dengan memberikan penghargaan.
  • Penghargaan berupa piagam dan tali asih diserahkan langsung oleh Kapolresta sebagai bentuk terima kasih atas bantuan cegah kriminalitas.
  • Warga yang membantu, seperti Fandy, merasa lega karena penghargaan ini menghilangkan kekhawatiran mereka tentang kasus main hakim sendiri seperti kasus Hogi.

SuaraJogja.id - Polresta Yogyakarta memberikan penghargaan khusus kepada Eviana, seorang mahasiswi Universitas Teknologi Yogyakarta (UTY) yang viral usai menggagalkan aksi penjambretan. 

Tidak hanya Eviana seorang yang mendapat penghargaan, ada pula tiga orang warga lain yang turut diberikan apresiasi oleh kepolisian dalam kasus ini. 

Mereka adalah rekan Eviana, Ayunda yang ikut membonceng dalam mengejar jambret saat kejadian serta dua orang warga Handoko dan Fandy yang mengamankan saat pelaku sudah terjatuh dari motor.

Penghargaan berupa piagam dan tali asih yang diserahkan langsung oleh Kapolresta Yogyakarta itu sebagai bentuk apresiasi tinggi atas nyali korban dalam melawan kejahatan jalanan.

Baca Juga:Gara-gara Ikan di Pemancingan, Warga Gunungkidul Saling Lapor ke Polisi

"Kita memberikan apresiasi kepada mereka berempat. Luar biasa karena sudah membantu kepolisian, antisipasi pelaku kriminal," kata Pandia, saat ditemui wartawan di Mapolresta Yogyakarta, Rabu (11/2/2026). 

Atas aksi heroik tersebut, polisi memberikan ganjaran berupa piagam penghargaan dan tali asih. 

Kapolresta menilai inisiatif kedua perempuan asal Kendal dan Cilacap ini sangat membantu tugas kepolisian. Mengingat waktu kejahatan yang sulit diprediksi. 

"Mereka inisiatif untuk melawan kejahatan, memiliki keberanian itu sangat luar biasa, apalagi mereka berdua adalah perempuan. Kita sangat apresiasi," tegasnya.

Selain menyoroti keberanian korban, Kapolresta turut memuji sikap warga yang turut membantu mengamankan pelaku tanpa main hakim sendiri. 

Baca Juga:Wings Air Kembali Buka Lagi Rute Jogja-Bandung, Cek Jadwal Lengkapnya

Ia menegaskan agar masyarakat tidak perlu khawatir untuk membantu kepolisian dalam menjaga keamanan lingkungan. Menurutnya sinergi antara polisi dan warga sangat dibutuhkan.

"Tidak perlu khawatir kalau masyarakat membantu kepolisian kita akan apresiasi dan itu yang kita harapkan, adanya sinergitas kita dengan masyarakat bahwa polisi itu adalah pelayan, pelindung, pengayom masyarakat," ucapnya.

Sempat Khawatir Kasus Hogi di Sleman Terulang

Fandy, salah satu warga yang ikut mengamankan pelaku di lokasi kejadian, mengaku sempat dihantui ketakutan akan dijadikan tersangka seperti kasus Hogi Minaya yang pernah viral di Sleman beberapa waktu lalu.

Bayang-bayang kasus di Sleman tersebut membuat Pandi dan warga sekitar bertindak sangat hati-hati saat menangkap pelaku berinisial WY. 

Ia secara aktif mencegah massa untuk tidak melakukan main hakim sendiri agar niat baik memberantas kejahatan tidak berujung pada masalah hukum bagi warga.

"Ya sempat [khawatir kasus Hogi terulang] makanya kemarin kan saya tahan, saya amankan saya tahan teman-teman itu, warga kampung itu biar enggak melakukan pemukulan massa itu. Biar enggak terjadi seperti yang di Sleman dan lain-lain itu jadi tersangka gitu," kata Fandy.

Dengan adanya apresiasi dan penghargaan resmi dari Kapolresta Yogyakarta, keraguan dan ketakutan warga akhirnya sirna. 

Fandy merasa tindakan yang diambilnya bersama warga lain sudah tepat, yakni mengamankan pelaku tanpa kekerasan berlebih dan menyerahkannya kepada pihak berwajib.

"Mantap lah Mas. Enggak takut lagi jadi tersangka kayak di Sleman," tandasnya.

Sementara itu, Eviana mengaku tidak menyangka bahwa tindakan spontannya membela diri akan mendapatkan perhatian khusus dari aparat penegak hukum. 

"Tentunya bangga ya, enggak nyangka juga bisa dapat apresiasi," ucap Eviana.

Eviana berpesan kepada masyarakat luas agar lebih waspada terhadap barang bawaan saat berkendara. Ia juga mengajak warga untuk tidak takut membela diri jika berhadapan dengan pelaku kejahatan.

"Mungkin setelah kejadian ini ya yang pertama kita harus jaga barang kita ya jangan lalai gitu. Terus untuk citra polisi kita enggak usah takut gitu kalau untuk membela diri dari penjahat ataupun copet gitu karena ya kita harus jadi polisi buat diri kita sendiri sih," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Andai Bisa Ganti Pekerjaan, Apa Profesi Paling Pas Buat Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Tipe Traveler Macam Apa Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Jodoh Motor, Kuda Besi Mana yang Paling Pas Buat Gaya Hidup Lo?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Jika Kamu adalah Mobil, Kepribadianmu seperti Merek Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Love Language Apa yang Paling Menggambarkan Dirimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak