Ditanyai soal adakah pembangunan talud yang dinilai sangat perlu dilakukan, Tauhid menjelaskan hal itu menjadi tanggungjawab pemerintah pusat dan juga BBWS-SO.
"Kewenangannya berada di pemerintah pusat. Mungkin untuk pembangunan talut sendiri dari pihak Balai Besar (BBWS-SO)," jelas Tauhid.
Pemilik rumah, Yohanes Didik Umboro berharap pemerintah segera melakukan pembenahan. Mengingat, lokasi yang cukup memprihatinkan dan berpotensi adanya longsor susulan.
"Saya berharap segera ada tindakan (dari Pemerintah), saya sudah 30 tahun tinggal di rumah ini dan kejadian longsor ini baru sekali terjadi," ujar Umboro.
Baca Juga:Hollaback Jakarta, 'Ruang Aman' Lawan Pelecehan Seksual
Rumah Umboro terletak di sisi barat aliran sungai Winongo. Tepatnya berada sekitar satu meter dari bibir sungai. Longsornya talud sungai Winongo pada Rabu (11/3/2020) merusak kamar tidur, dapur dan kamar mandi milik dia.
Sebelumnya, diberitakan sebuah rumah warga Jlagran ambles akibat talud longsor yang terjadi di Kampung Jlagran RT 2/ RW 08, Pringgokusuman, Gedongtengen, Yogyakarta, Rabu (11/3/2020).
Meski tak ada korban jiwa, satu buah kasur dan sepeda ikut terperosok akibat longsoran yang terjadi. Hingga kini, BPBD bersama TNI dan Polri tengah berusaha membersihkan puing dan menutup terpal bekas longsoran.