Abdi Dalem Berdoa di Titik Nol Yogyakarta, Begini Reaksi Netizen

Abdi dalem menjelang tingalan jumenengan dalem.

M Nurhadi
Sabtu, 21 Maret 2020 | 17:09 WIB
Abdi Dalem Berdoa di Titik Nol Yogyakarta, Begini Reaksi Netizen
(Twitter/@Hanumhasanah2)

SuaraJogja.id - DI Yogyakarta memang terkenal sebagai daerah yang kental dengan budaya jawanya. Sejarah panjang membentuk Yogyakarta sebagai salah satu destinasi wisata mancanegara.

Salah satu yang menarik di Yogyakarta adalah keraton Yogyakarta, selain memang memiliki sejarah panjang, keraton Yogyakarta selalu nguri-uri kebiasaan kejawen yang terus dijalankan hingga kini.

Salah satu kebiasaan yang terus dijalankan adalah jelang  jumenengan tingalan ndalem  yang dilakukan abdi dalem di kilometer nol Yogyakarta.

Baru-baru ini di jagat twitter diramaikan dengan unggahan video yang memperlihatkan tiga orang abdi dalem di kilometer 0 Yogyakarta. Dalam unggahan akun twitter @Hanumhasanah2 tersebut memancing berbagai reaksi dari warganet.

Baca Juga:Antisipasi Penyebaran Virus Corona, PSM Makassar Perpanjang Libur Pemain

Mungkin ada yang belum tahu apa yang sedang dilakukan abdi dalem tersebut? Tenang, salah satu warganet, @pecintasendja menulis utas penjelasannya.

"Ini namanya 'buangan' biasanya dibuat kalo Kraton mau ada gawe seperti mau ada Tingalan Jumenengan Dalem. Sesaji ini dibuat sblm dimulai acara agar nantinya bs berjalan lancar. Biasanya ditaruh di Kandang Mejangan, Tugu, Kali Code, Kali Winongo," tulisnya.

Dalam unggahan ulang oleh akun @merapi_news tersebut, ia bahwa yang dibawa oleh abdi dalem tersebut adalah bucalan atau bawaan atau sajen.

Dapam penjelasannya, dari banyaknya jenis sajen ini terdiri dari pencok mentah, jenang putih, abang, baro-baro, umpeng panca warna, polo kesampar, polo kependhem, polo gemantung, tukon pasar (jadah jenang dan rokok) serta kembang suruh dlingo bengle.

"Memaknai sesajen/sesaji ini haruslah dengan pikiran terbuka dan hati yang bersih. Beragam makna yang tergambar dalam sesajen menunjukan bahwa semua hal tradisi ini merupakan upaya mengenali jati diri manusia dan alam semesta. Leluhur kita terdahulu sudah memahami dengan bijak dan mewariskan tradisi ini," ujar @pecintasendja.

Baca Juga:Warga Nigeria Keracunan Klorokuin, Obat yang Diklaim Bisa Atasi Covid-19

Warganet lain yang ikut mengomentari pun banyak yang menganggap bahwa kebanyakan masyarakat saat ini sudah  lupa dengan budayanya sendiri.

"Wong jowo ampun ilang jawane," tulis @dennynoviandiw.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak