Putus Rantai Wabah Corona, Puskesmas Imogiri Pantau 50 Pemudik ke Bantul

Kepala Rt dan dukuh setempat juga diminta melakukan pendataan warga yang datang.

Galih Priatmojo | Mutiara Rizka Maulina
Sabtu, 28 Maret 2020 | 11:50 WIB
Putus Rantai Wabah Corona, Puskesmas Imogiri Pantau 50 Pemudik ke Bantul
Pandemi Virus Corona Covid-19. (Shutterstock)

SuaraJogja.id - Dikabarkan ada seribu lebih pemudik yang datang ke DIY. Untuk mencegah penyebaran virus corona, Pemerintah Daerah Kabupaten Bantul keluarkan surat edaran untuk pendataan pemudik yang baru tiba. 

Dalam surat edaran tersebut, disampaikan bahwa warga dari luar DIY maupun warga Kabupaten Bantul yang pulang dari luar DIY diminta untuk melakukan karantina atau isolasi mandiri di kediamannya. 

Kepala Rt dan dukuh setempat juga diminta melakukan pendataan warga yang datang, maksimal satu hari setelah masa kedatangan. Jika dalam waktu 14 hari warga yang baru datang tersebut mengalami gejala flu, batuk, sesak nafas dan demam tinggi diminta untuk segera menghubungi fasilitas kesehatan terdekat. 

Staff bagian Promosi Kesehatan Puskesmas Imogiri, Christayesha menyampaikan saat ini pihaknya tengah melakukan pemantauan terhadap 50 pemudik. 

Baca Juga:Dinkes Bantul Prediksi Persediaan Alat Kesehatan Cukup untuk Dua Bulan

"Sudah sejak minggu lalu , setiap hari pasti ada laporan,"  kata Icha, Sabtu (28/3/2020). 

Ia menjelaskan beberapa warga datang untuk menetap dalam jangka waktu lama, dan beberapa lainnya hanya singgah selama beberapa hari.

Sejauh ini, Chistrayesha mengaku tidak ada keluhan yang disampaikan dari para pemudik. Tindakan yang dilakukan saat ini adalah pendataan dan edukasi mengenai jaga jarak atau social distancing. 

Ia berharap agar warga selalu sehat jika menerapkan jaga jarak dan langkah pencegahan lainnya, seperti pola hidup bersih dan sehat (PHBS). 

Christayesha juga menyampaikan, masyarakat dapat melaporkan warga yang baru datang melalui hotline dari puskesmas di wilayah masing-masing. 

Baca Juga:Hadapi Covid-19, Gudang Farmasi Bantul Kekurangan Tiga Perlengkapan Medis

"Misal saya datang dari kota yg telah ditetapkan pemerintah sbg daerah terjangkit, kemudian saya pulang ke imogiri ke dusun X. Maka saya harus laporan ke RT, Dukuh, Puskesmas lewat hotline tersebut. Sedangkan saya wajib melakukan isolasi diri 14 hari dirumah. Maka laporannya via telpon atau WA saja untuk dipantau," kata Christayesha. 

Ia menjelaskan, setelah melaporkan diri warga akan diberikan edukasi untuk melakukan isolasi mandiri selama 14 hari. 

Jika selama masa isolasi tersebut terjadi gejala yang mengarah pada virus corona maka warga diminta untuk kembali melapor ke puskesmas. 

Apabila kondisi memburuk, Christayesha menjelaskan puskesmas akan bekerja sama dengan PSC Bantul untuk melakukan rujukan. 

Sedangkan jika dalam masa isolasi tidak ditemui gejala, maka warga diminta untuk cukup berdiam diri di rumah selama 14 hari.  

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak