Makamkan Jenazah Covid-19, TRC BPBD DIY Juga Tengahi Cekcok Keluarga Pasien

"Ada kesulitan yang kami temui, dari belum selesainya tempat untuk memakamkan hingga pernah suatu waktu ada perdebatan keluarga," kata Endro.

Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana | Muhammad Ilham Baktora
Selasa, 05 Mei 2020 | 16:20 WIB
Makamkan Jenazah Covid-19, TRC BPBD DIY Juga Tengahi Cekcok Keluarga Pasien
Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 DIY memakamkan jenazah pasien Covid-19. - (SuaraJogja.id/HO-dok TRC BPBD DIY)

"Kami memang sudah senang di sini, artinya kami menekankan agar anggota ini tetap fit dan selalu berpikir positif. Suplemen berupa vitamin kami berikan tiap hari karena pekerjaan ini membutuhkan stamina yang besar," jelas dia.

Memakamkan jenazah yang diduga positif corona harus tetap waspada, katanya. Anggota pun disarankan untuk banyak minum air putih untuk menghindari dehidrasi.

"Anggota harus menggunakan seragam hazmat yang dilengkapi dengan masker full face, sarung tangan karet ,dan juga sepatu bot agar tidak ada celah yang berpotensi masuknya virus, nanti dilekatkan dengan plester. Dengan demikian anggota akan merasa panas, kami hitung penggunaan APD seperti ini maksimal 1,5 jam," katanya.

Petugas menyemprotkan cairan disinfektan kepada salah seorang petugas pengantar pasien Covid-19 di lokasi dekontaminasi Lapangan Amongrogo, Umbulharjo, Yogyakarta, Selasa (5/5/2020). - (SuaraJogja.id/Muhammad Ilham Baktora)
Petugas menyemprotkan cairan disinfektan kepada salah seorang petugas pengantar pasien Covid-19 di lokasi dekontaminasi Lapangan Amongrogo, Umbulharjo, Yogyakarta, Selasa (5/5/2020). - (SuaraJogja.id/Muhammad Ilham Baktora)

Tak hanya perlengkapan APD, anggota juga dibekali dua sprayer berisi larutan disinfektan dan juga berisi sabun. Keduanya digunakan setelah melakukan proses pemakaman jenazah di lokasi.

Baca Juga:Kebun Binatang Bandung akan Korbankan Rusa untuk Makanan Harimau

"Setelah memakamkan mereka harus didekontaminasi di Lapangan Amongrogo. Kami sudah menyediakan lokasi itu untuk mensterilkan anggota dan juga kendaraan yang mereka gunakan," tambahnya.

Diwawancarai terpisah, Komandan TRC BPBD DIY Wahyu Pristiawan menilai, meski anggota gugus tugas dekat dengan pasien corona, hingga kini tak ada stigma dari masyarakat terhadap anggota yang disinyalir membawa virus.

"Kawan-kawan sadar juga, persoalan ini terkait kesadaran, masyarakat tidak boleh mengambil stigma itu. Memang harus ada sosialisasi, kami sudah melakukan hal itu," katanya.

Ia membeberkan, anggota tim juga diperhatikan kebersihannya ketika mereka memutuskan kembali ke rumah dan juga harus mengikuti prosedur.

"Ya memang ada yang memilih bertahan di posko, ada yang pulang. Intinya kebersihan diri adalah yang utama. Mereka juga harus mengecek kesehatan sendiri, kami ada tempat untuk klinik kesehatan bahkan tiap dua kali sehari, pagi dan sore dicek kesehatannya," tambah dia.

Baca Juga:Sudah Terdaftar, Harga Ninja ZX-25R 4-Silinder Hanya Rp73 juta?

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak