Pasien Penular Klaster Indogrosir Sembuh, 6 Karyawan Lain Positif COVID-19

Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana
Pasien Penular Klaster Indogrosir Sembuh, 6 Karyawan Lain Positif COVID-19
Indogrosir Jogja. [@indogrosirjogja / Instagram]

Jumlah kasus positif COVID-19 di DIY mencapai 153 pasien.

SuaraJogja.id - Pasien positif COVID-19 dari klaster Indogrosir Jogja terus bertambah. Ironisnya, di saat pasien kasus 79 DIY -- karyawan Indogrosir Jogja pertama yang positif COVID-19 -- kini dinyatakan sembuh, jumlah pasien positif COVID-19 dari klaster tersebut bertambah.

Jumat (8/5/2020) kemarin, tiga karyawan pusat perbelanjaan tersebut yang berasal dari Bantul tertular pasien kasus ke-79. Pada Minggu (10/5/2020) ini, bertambah tiga pasien baru dari Sleman. Ketiganya juga merupakan karyawan Indogrosir Jogja, yakni pasien kasus 150, perempuan 38 tahun; kasus 151 laki-laki, 55 tahun; dan kasus 155, laki-laki 28 tahun.

Sementara, kasus 79 telah dinyatakan sembuh. Namun hingga saat ini belum diketahui laki-laki 45 tahun tersebut tertular dari mana.

“Belum diketahui [pasien 79] tertular dari mana,” ujar juru bicara Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Pemda DIY Berty Murtiningsih saat dikonfirmasi SuaraJogja.id, Minggu Petang.

Namun menurut Berty, dari keterangan pasien 79 saat dianamnesis atau diperiksa melalui wawancara, dia pernah kontak dengan temannya yang diisolasi. Karenanya, pasien 79 langsung ditetapkan sebagai Pasien Dalam Pengawasan (PDP) karena gejalanya mengarah ke positif COVID-19.

Saat ini Dinkes masih menunggu hasil tes swab sekitar 50-an karyawan Indogrosir Jogja yang dinyatakan reaktif dari total 344 karyawan yang ikut rapid test. Karyawan yang hasilnya reaktif saat ini sudah diisolasi.

“Mereka juga sudah diambil tes swab di beberapa rumah sakit,” jelasnya.

Berty menambahkan, selain tiga pasien baru dari klaster Indogrosir, ada tambahan empat kasus baru lagi, sehingga jumlah kasus positif COVID-19 di DIY mencapai 153 pasien.

Dua di antaranya merupakan Warga Negara Asing (WNA) asal India, yakni pasien kasus 153 laki-laki 28 tahun dan kasus 154 laki-laki 76 tahun.

Keduanya dari klaster tabligh akbar.Mereka reaktif rapid test, tetapi dinyatakan negatif saat tes swab pertama.

“Namun saat kembali dilakukan rapid test tetap reaktif. Kemudian saat dilakukan tes swab dinyatakan positif. Semuanya orang tanpa gejala (OTG),” ungkapnya.

Berty menyebutkan, terjadinya kenaikan kasus yang ada saat ini menunjukkan, kasus yang terkonfirmasi sebagian besar adalah hasil tracing kasus yang ada. Hal itu sebagai upaya Pemda DIY untuk memutus mata rantai penularan dilakukan optimal.

Sebagai contoh, seandainya Pemda tidak melakukan tracing pada kasus 79, maka tidak akan ditemukan kasus-kasus lainnya. Apalagi kasus-kasus tersebut adalah OTG, yang sangat berpotensi menularkan lebih banyak orang.

“Kenaikan kasus sebagai konsekuensi pelacakan, dan menunjukkan bahwa penularan masih terjadi di sekitar masyarakat, maka protokol kesehatan juga harus dilakukan oleh kita semua secara ketat,” imbuhnya.

Kontributor : Putu Ayu Palupi

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS