Tinggal Sendiri di Gubuk Reyot, Mbah Setro Ditolong DJ Kembar Jogja

Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana
Tinggal Sendiri di Gubuk Reyot, Mbah Setro Ditolong DJ Kembar Jogja
Mbah Setro nenek pedagang Pasar Kranggan tinggal sendiri di gubuk reyot - (Twitter/@HanjianJi)

Selain membantu dengan dananya sendiri, Jihan dan Nabila juga membuka donasi bagi warganet yang berniat untuk turut membantu Mbah Setro merenovasi rumahnya.

SuaraJogja.id - Kehidupan memilukan seorang wanita lansia pedagang Pasar Kranggan Jogja membuat iba warganet. Mbah Setro, nama nenek itu, diketahui hidup sebatang kara di gubuk reyotnya, setelah Jihan, yang dikenal sebagai personel DJ Twins asal Jogja bersama Nabila saudara kembarnya, membagikan pengalamannya bertemu dengan Mbah Setro.

Melalui akun Twitter @HanjianJi, Rabu (13/5/2020), Jihan mengunggah sejumlah video saat ia kali pertama bertemu dengan Mbah Setro pada 7 Mei lalu. Dalam utas yang telah di-retweet lebih dari dua ribu kali itu, Jihan menceritakan, saat hendak membagikan bantuan makanan pada orang kurang mampu, ia melihat seorang nenek berjalan sambil menggendong barang yang dibungkus jarit. Rupanya, saat itu Mbah Setro berjalan kaki dari rumahnya hendak menuju ke Pasar Kranggan untuk berjualan.

"TWITTER DO YOUR MAGIC. Enggak sengaja ketemu Mbah Setro di jalan pas mau bagiin makanan dan kita tanya beliau mau ke mana, trnyata beliau mau jualan di Pasar Kranggan Jogja dengan jalan kaki dari rumahnya ke pasar, jauh banget sambil bawa gendongan," cuit Jihan.

Mbah Setro nenek pedagang Pasar Kranggan tinggal sendiri di gubuk reyot - (Twitter/@HanjianJi)
Mbah Setro nenek pedagang Pasar Kranggan tinggal sendiri di gubuk reyot - (Twitter/@HanjianJi)

Jihan pun memberikan tumpangan di mobilnya untuk Mbah Setro menuju pasar. Tak hanya itu, bahkan setelah dari pasar, Jihan juga mengantar Mbah Setro pulang.

Begitu sampai di rumah Mbah Setro, Jihan terkejut melihat sebuah gubuk yang sudah reyot tertutup tanaman tinggi yang memenuhi halaman. Ia dan dua rekannya pun sepakat untuk mulai memberikan bantuan pada Mbah Setro, yang saat ini hidup menjanda dan menolak untuk tinggal bersama putranya karena tak mau merepotkan.

Suatu hari, Jihan dan Nabila makin tergerak hatinya setelah kembali mengantar Mbah Setro ke pasar. Mereka sangat iba dengan lokasi Mbah Setro berjualan.

"Jadi Mbah memang jalan ke pasar H-1 dia berjualan, jadi sore beliau jalan kaki ke pasar. Sesampainya di pasar, Mbah menunggu supplier sampai jam 2 pagi. Lalu kami tanya, terus Mbah sampai jam 2 pagi ngapain di pasar? Secara mbahnya berangkat ke pasar waktu kita ketemu itu sore, jadi dari sore sampai jam 2 pagi itu lama juga. Mbah jawab "ya tiduran aja", terus kami tanya, kenapa beragkatnya cepat banget? Mbah biang takut hujan, jadi berangkat dari sore jalan kaki," terang Jihan.

Padahal, tempat berjualan Mbah Setro di Pasar Kranggan pun cukup memprihatinkan. Ia biasa berdagang di depan emperan toko seberang toko aksesoris ponsel Sumarah, beralasakan karung goni. Di tempat itu, kata Jihan, wanita berusia sekitar 90 hingga 100 tahun itu tentu saja rentan sakit karena harus menahan dinginnya angin malam.

Mbah Setro nenek pedagang Pasar Kranggan tinggal sendiri di gubuk reyot - (Twitter/@HanjianJi)
Mbah Setro nenek pedagang Pasar Kranggan tinggal sendiri di gubuk reyot - (Twitter/@HanjianJi)

Enam hari setelah pertemuan pertamanya, pada 10 Mei Jihan dan Nabila kemudian kembali mendatangi rumah Mbah Setro dan memotong tanaman-tanaman tinggi di halamannya supaya bisa masuk dan melihat kondisi dalam rumah.

"Kondisi dalam rumah Mbah genteng bolong-bolong. Mbah bilang kalau hujan kehujanan, jadi Mbah lebih milih tidur di pasar. Kamar yang Mbah maksud juga seperti di video, sudah enggak bisa dipakai, jadi Mbah enggak bisa tidur di kamar, apalagi kasur. Banyak tumpukan-tumpukan yang sudah enggak berguna juga di dalamnya," jelas Jihan, menambahkan bahwa di usianya yang sudah renta, Mbah Setro tak bisa memasak selain air, dengan kayu yang ada di rumah.

"Dan ini tempat tidur Mbah di kursi di bawah genteng yang bolong persis, itu pun alasnya yang kami belikan kemarin. Kalau hujan gimana Mbah? Mbah bilang, "ya kalau hujan minggir ke situ." Di situ ada kasur yang sudah enggak layak pakai dan kotor banget, bisa lihat sendiri di video, dan ada genangan air di plastik putih itu," imbuhnya.

Selain membantu dengan dananya sendiri, Jihan dan Nabila juga membuka donasi bagi warganet yang berniat untuk turut membantu Mbah Setro merenovasi rumahnya supaya layak untuk dihuni. Pihaknya berencana untuk mulai fokus membenahi pintu, jendela, atap, dan kamar tidur Mbah Setro.

"Yang mau ikut membantu, transfer hanya ke rekening BCA an Arline 0600816331," tulis Jihan.

Jihan dan Nabila DJ Twins, DJ kembar asal Jogja - (Instagram/@jihantwins)
Jihan dan Nabila DJ Twins, DJ kembar asal Jogja - (Instagram/@jihantwins)

Hingga Kamis (14/5/2020), dana yang sudah terkumpul untuk Mbah Setro di rekening donasi Jihan mencapai Rp30,6 juta.

Jihan juga mengatakan sudah mengajak arsitek menilik rumah Mbah Setro, tetapi karena Mbah Setro hanya mau tinggal di rumahnya atau pasar dan susah untuk dibujuk supaya tinggal di tempat lain, Jihan akan merenovasi rumah Mbah Setro secara bertahap. Ia juga mengungkapkan kendala lain untuk proses renovasi ini.

"Tukang-tukang bangunan besok Senin sudah libur Lebaran, jadi kemungkinan progress pembenahan rumah Mbah enggak bisa cepet huhu. Mungkin kiranya ada teman-teman yang tahu info tukang daerah Jogja yang bisa ngerjain, boleh info ke kami," ungkapnya.

Di cuitan terakhir dalam utasnya, Jihan mengingatkan para donatur untuk tak memberi bantuan berupa sembako karena Mbah Setro sudah tua dan tak bisa memasak. Bantuan sembako pun tak akan terpakai, terlebih rumahnya terbuka, sehingga malah berpotensi untuk dicuri orang lain.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS