Warga Mulai Ramai Beraktivitas Jelang Lebaran, Begini Kondisi Udara Jogja

Saat bulan Ramadan, masyarakat juga sengaja keluar membeli makanan berbuka puasa.

Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana | Muhammad Ilham Baktora
Rabu, 20 Mei 2020 | 12:35 WIB
Warga Mulai Ramai Beraktivitas Jelang Lebaran, Begini Kondisi Udara Jogja
Ilustrasi cuaca cerah - (Pixabay/Alexas_Fotos)

SuaraJogja.id - Hari Raya Idulfitri 2020 hanya tinggal menghitung hari. Sejumlah aktivitas warga Kota Yogyakarta mulai memadati ruas-ruas jalanan.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta Agus Arif tak menampik bahwa jumlah kendaraan yang beroperasi di Yogyakarta mengalami peningkatan di jam-jam tertentu.

"Aktivitas di jalanan itu sebagai tolok ukur terjadi pada jam-jam kerja. Peningkatan [jumlah kendaraan di jalan] ini lebih kepada masyarakat untuk bekerja dan memenuhi kebutuhan pokok atau belanja. Biasanya pagi dan saat mereka pulang kerja," kata Agus, dihubungi SuaraJogja.id, Rabu (20/5/2020).

Ia menambahkan, saat bulan Ramadan, masyarakat juga sengaja keluar untuk membeli makanan berbuka puasa. Namun jumlahnya tak signifikan.

Baca Juga:Mengintip Bioskop Drive-in di AS yang Tengah Populer di Masa Pandemi Corona

"Karena bulan puasa, mungkin orang-orang mencari makan untuk buka puasa, tapi lokasi yang biasa menyediakan menu berbuka ini juga tidak ramai, misal di Kauman, jadi hanya sedikit," kata Agus.

Agus menuturkan, di luar jam tersebut, kondisi jalanan masih terbilang landai. Bahkan lokasi seperti Malioboro masih tergolong sepi.

"Jadi peningkatan kendaraannya hanya di lokasi tertentu. Jika Malioboro sampai sejauh ini masih landai. Menjelang sore hingga malam keadaan jalan juga sepi," tambahnya.

Meski ada peningkatan aktivitas di jalan raya, kondisi Indeks kualitas udara di Yogyakarta masih baik.

"Indeks kualitas udara di Kota Yogyakarta menunjukkan [warna] hijau, tapi saya tidak mengaitkan dengan kondisi jalan raya, apakah banyak kendaraan atau tidak. Yang jelas ada faktor-faktor lain yang memengaruhinya," terang Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Yogyakarta Suyana melalui sambungan telepon.

Baca Juga:Program Khusus Otomotif Bagi Nakes, Apakah Efektif Dongkrak Penjualan?

Dirinya menduga, faktor cuaca menjadi salah satu pemicunya, sehingga debu yang ada di kota turun akibat hujan beberapa hari terakhir.

"Bisa jadi cuaca hujan yang terjadi sebelum-sebelumnya. Jika ada angin kencang dari arah selatan ke utara, bisa ikut memengaruhi [udara] ketika ada aktivitas Gunung Merapi, tapi sekali lagi, banyak faktor yang menyebabkan kualitas udara pada indikator hijau [baik]," tambahnya.

Kondisi tersebut, lanjut Suyana, sudah bertahan sejak dua pekan terakhir. Pihaknya juga tidak bisa memprediksi sampai kapan kondisi baik ini akan bertahan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Warna Helm Motor Favorit Ungkap Karakter Pasangan Ideal, Tipe Mana Idamanmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kim Seon-ho atau Cha Eun-woo? Cari Tahu Aktor Korea yang Paling Cocok Jadi Pasanganmu!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tes Kepintaran GTA Kamu Sebelum Grand Theft Auto 6 Rilis!
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Kamu Tipe Red Flag, Green Flag, Yellow Flag atau Beige Flag?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apa Kabar Kamu Hari Ini? Cek Pesan Drakor untuk Hatimu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tablet Apa yang Paling Cocok sama Gaya Hidup Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Film Makoto Shinkai Mana yang Menggambarkan Kisah Cintamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Jadi Superhero, Kamu Paling Mirip Siapa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Destinasi Liburan Mana yang Paling Cocok dengan Karakter Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Merek Sepatu Apa yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Karakter Utama di Drama Can This Love be Translated?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak