Jelang Lebaran, Pasar dan Toko Pakaian di Jogja Dipadati Pembeli

M Nurhadi | Muhammad Ilham Baktora
Jelang Lebaran, Pasar dan Toko Pakaian di Jogja Dipadati Pembeli
Antrean pembeli di toko pakaian Jalan Pierre Tandean, Wirobrajan, Kota Yogayakarta, Rabu (20/5/2020). [Suarajogja.id / Ilham Baktora]

Meski wabah virus corona belum mereda, masyarakat tetap antusias menyambut lebaran dengan memadati pasar dan toko pakaian.

SuaraJogja.id - Meski wabah Covid-19 atau virus Corona masih menghantui masyarakat Yogyakarta, nampaknya tidak menyurutkan minat masyarakat untuk mempersiapkan hari raya Idul Fitri.

Salah satu pusat perbelanjaan tradisional di Jogja, Pasar Beringharjo yang sebelumnya sempat vakum selama 15 hari sejak April lalu, kini mulai dipadati pengunjung.

Seorang pedagang pakaian, Lina Rahmawati (50) mengatakan, pasar beringharjo mulai dipenuhi pengunjung sejak beberapa hari belakangan.

"Pengunjungnya memang sudah ramai berbelanja di pasar Beringharjo. Saat awal Ramadan kan pembeli cuma satu sampai dua orang saja. Sekarang sudah bertambah yang beli, misal satu orang pengunjung membeli banyak pakaian," kata Lina ditemui wartawan di pasar setempat, Rabu (20/5/2020).

Lina menyebut, kebanyakan pembeli adalah orang-orang yang akan membagikan hadiah berupa baju saat lebaran nanti 

"Jadi ada beberapa kantor yang membelikan baju kepada karyawan termasuk pemberian THR. Pertama kali ada virus kami diimbau menutup lapak. Saya menutup tanggal 24 Maret. Tapi tanggal 26 Maret saya buka lagi," jelas dia.

Pedagang pakaian muslim di pasar Beringharjo, Ambar (29) menuturkan, ada peningkatan membeli dibanding pada awal ditemukannya kasus virus corona pertama di Yogyakarta. Namun, jumlah itu tak sebanding saat lebaran 2019 lalu 

"Pasti beda ya dengan keadaan satu tahun lalu. Sebelum mendekati hari raya saja toko kami sudah ramai pembeli. Karena ada wabah ini mungkin hanya 50 persen pelanggan kami yang berbelanja menjelang lebaran," ungkap wanita yang berjualan di lantai dua Pasar Beringaharjo itu.

Tak hanya pasar Beringharjo, pusat pakaian yang berada di Jalan Pierre Tandean Wirobrajan, Kota Yogyakarta juga dipadati pembeli.

Pantauan SuaraJogja, pengunjung tetap harus menjalani protokol pencegahan corona dengan menggunakan masker. Pengelola juga menyediakan wastafel untuk pelanggan mencucui tangan an bagi pembeli yang akan memasuki toko terlebih dahulu dicek suhu tubuhnya oleh petugas keamanan.

Seorang pembeli asal Klitren, Yogyakarta, Melani (18) mengaku sengaja membeli pakaian untuk hari raya idul fitri nanti. 

"Saya memilih belanja di tempat itu karena banyak pilihan dengan model yang bagus. Lalu harganya yang cukup terjangkau," jelasnya.

Pembeli lainnya, Bambang Susanto (26) mengatakan, tetap menjalankan protokol pencegahan virus corona dengan menggunakan masker.

"Sebelum ke toko ini saya yakin pasti banyak orang. Tapi yang jelas, saya harus menggunakan masker dan tetap menjaga jarak aman, agar tak tertular," terang warga Wirobrajan tersebut.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS