Tak Gelar Salat Id Berjamaah, Masjid Gedhe Kauman Siapkan Hal Ini

M Nurhadi | Muhammad Ilham Baktora
Tak Gelar Salat Id Berjamaah, Masjid Gedhe Kauman Siapkan Hal Ini
Ketua Takmir Masjid Gedhe Kauman Yogyakarta, Azman Latif saat diwawancarai wartawan, Rabu (20/5/2020). [Suarajogja.id / Ilham Baktora]

Pihak masjid turut mengawal pelaksanaan salat idul fitri agar dapat berjalan baik dengan membagikan sejumlah panduan dan teks khotbah kepada warga sekitar Masjid.

SuaraJogja.id - Pandemi virus corona memaksa hari raya Idul Fitri tahun ini terasa berbeda. Masjid yang biasanya dipenuhi suasana malam takbiran diperkirakan lebih sepi dibandingkan tahun sebelumnya.

Begitu pula Masjid Gedhe Kauman, yang terpaksa tak menggelar salat Id berjamaah di masjid tahun ini karena warga dianjurkan untuk melaksanakan salat di rumah masing-masing.

Kendati begitu, pihak masjid turut mengawal agar pelaksanaan salat idul fitri berjalan baik dengan membagikan sejumlah panduan dan teks khotbah kepada warga sekitar Masjid.

"Kami meniadakan sholat id berjamaah sesuai imbauan pemerintah. Salat id nanti dilaksanakan di rumah masing-masing. Kami juga memberikan teks isi khotbah kepada warga untuk memudahkan jalannya ibadah sunnah itu," ungkap Ketua Takmir Masjid Gedhe Kauman, Azman Latif dihubungi SuaraJogja.id, Kamis (21/5/2020).

Azman menuturkan, isi khotbah sepanjang tiga lembar kertas HVS tersebut dirangkai dan ditulis sendiri oleh pihak takmir.

"Kami ikut mengawal agar jamaah atau warga di sekitar masjid bisa tetap menyelenggarakan salat idul Fitri. Jadi kami tujukan kepada bapak-bapak yang akan memimpin salat istri dan anak-anaknya saat sholat di rumah," jelasnya.

Azman menambahkan, panduan serta isi khotbah itu ia bagikan kepada warga melalui grup Whatsapp. Harapannya, isi khotbah bisa disebar kepada warga lain sehingga warga bisa menyiapkan diri sebelum pelaksanaan salat.

"Sudah kami bagikan ke grup-grup WhatsApp. Yang jelas idul fitri ini harus tetap digaungkan. Maka kami menyiapkan berbagai hal yang bisa membantu warga tetap menjalankan ibadah itu," tuturnya.

Dihubunig terpisah, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Yogyakarta, Nur Abadi menjelaskan, pihaknya terus menekankan kepada warga untuk tak menggelar salat berjamaah saat idul fitri nanti.

"Hal itu menyusul dengan maklumat yang disepakati oleh Kantor Wilayah Kemenag DIY, TNI-Polri, gugus tugas pencegahan Covid-19 serta instansi lainnya agar pelaksanaan sholat id dilakukan cukup di rumah saja," katanya.

Kendati begitu, Nur Abadi tak menampik masih adanya sejumlah masjid yang berpotensi menggelar salat berjamaah saat idul fitri.

"Ada potensi ke sana, maka dari itu sejak Kamis pekan lalu kami mendata dan meminta pada KUA kecamatan untuk mengimbau warga untuk melaksanakan sholat id di rumah masing-masing," jelasnya.

Sejumlah dewan masjid dan organisasi masyarakat di Yogyakarta, kata Nur Abadi, juga telah digandeng untuk mengedukasi warga agar mengganti pelaksanaan sholat id di kediamannya.

"Sekarang hanya meminta pengertian warga untuk bersama-sama menjaga kesehatan masing-masing dan menjauhi kerumunan yang berpotensi menyebabkan penularan virus," kata dia.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS