Reservasi Wisata di DIY lewat Aplikasi, Kulon Progo Siap Terapkan Bertahap

Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana | Hiskia Andika Weadcaksana
Reservasi Wisata di DIY lewat Aplikasi, Kulon Progo Siap Terapkan Bertahap
Simulasi kepada pengunjung yang datang ke objek wisata Pule Payung Kulon Progo, Kamis (25/6/2020). - (SuaraJogja.id/Hiskia Andika)

"Intinya jangan sampai terjadi penumpukan jumlah wisatawan, pengurangan jam operasional juga bisa jadi alternatif."

SuaraJogja.id - Meski masa tanggap darurat bencana Covid-19 di DIY diperpanjang hingga 31 Juli mendatang, Dinas Pariwisata dan objek wisata tetap melakukan persiapan untuk menyambut wacana new normal. Salah satu persiapan berkaitan dengan antisipasi penumpukan pengunjung di suatu objek wisata.

Kepala Bidang Pengembangan Kapasitas Dinas Pariwisata (Dinpar) DIY Wardoyo mengatakan bahwa saat ini Dinpar DIY tengah menyiapkan upaya antisipasi tersebut dengan sebuah aplikasi reservasi. Aplikasi yang nantinya berbentuk kode QR itu diharapkan dapat digunakan oleh setiap objek wisata.

"Mulai dari pemesanan tiket masuk, makanan, hingga transportasi wisata. Nantinya akan diwajibkan bagi setiap destinasi yang tidak terkendala jaringan," ujar Wardoyo saat ditemui awak media, Jumat (26/6/2020).

Wardoyo menuturkan bahwa hal tersebut, selain sebagai antisipasi pembatasan jumlah kunjungan, juga dapat difungsikan sebagai alat tracking untuk pengunjung yang datang. Namun jika memang masih ada objek wisata yang terkendala sinyal atau koneksi internet, akan dibuatkan secara manual dengan standar yang sudah ditentukan.

Ditegaskan Wardoyo kepada setiap pengelola wisata yang ada untuk selalu mengantisipasi penumpukan jumlah wisatawan. Menurutnya, pengelola wisata bisa berupaya dengan memberikan pembatasan jam operasional kepada objek wisatanya.

"Intinya jangan sampai terjadi penumpukan jumlah wisatawan, pengurangan jam operasional juga bisa jadi alternatif, sehingga memang tidak akan buka seperti dulu," tuturnya.

Sementara itu, Asisten Perekonomian Pembangunan dan Sumber Daya Alam Bambang Tri Budi Harsono mengatakan, masih banyak tahapan yang perlu dilewati untuk kembali membuka objek wisata. Jika sebelumnya sudah ada simulasi, nanti kemudian akan dilanjutkan dengan uji coba yang juga sebagai bahan evaluasi.

"Pendampingan dan pengawasan tetap, evaluasi uji coba itu nanti untuk melihat sejauh mana sebetulnya nantinya SOP yang sudah dibuat itu dilaksanakan," ujar Bambang.

Terkait dengan rencana penggunakan kode QR di objek wisata demi memudahkan tracking dan antisipasi penumpukan pengunjung, pihaknya mengaku sudah mengajak pihak-pihak tertentu untuk merealisasikan itu. Meski begitu, ia akan tetap memberlakukan itu secara bertahap di beberapa destinasi wisata di Kulon Progo, seperti di Pantai Glagah dan Waduk Sermo.

Selain itu, Bambang juga tetap mengimbau semua pihak, khususnya pengelola wisata, agar tetap menyiapkan sarana prasarana (sarpras) sesuai protokol kesehatan yang ada, di samping juga menyarankan untuk mengurangi transaksi secara fisik dari pengunjung.

"Nanti akan diterapkan secara bertahap. Diharapkan semua destinasi wisata di Kulon Progo bisa lebih maju dalam pemberdayaan teknologi, sehingga memudahkan semua pihak," tegasnya.

Pengelola objek Wisata Pule Payung Eko Purwanto mengakui, untuk pendataan calon pengunjung, pihaknya masih akan berkoordinasi dengan Dinas Pariwisata Kulon Progo dan Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kulon Progo. Ia masih menunggu pedoman yang pasti terkait form pendataan yang harus dibuat oleh objek wisata.

"Kami masih menunggu agar nanti bisa menggunakan pedoman dan struktur yang sama dengan yang lain. Jadi masih kami komunikasikan dengan pihak-pihak terkait," tandasnya.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS