Ini Ciri Hewan Kurban yang Baik Menurut Syariat Islam dan Dokter Hewan

Masih memilih hewan kurban di H-1 Iduladha? Simak ciri hewan kurban yang baik agar tak salah pilih.

Vania Rossa | Dini Afrianti Efendi
Kamis, 30 Juli 2020 | 15:19 WIB
Ini Ciri Hewan Kurban yang Baik Menurut Syariat Islam dan Dokter Hewan
Hewan kurban di Blitar (Suara.com/Farian)

SuaraJogja.id - Memilih hewan kurban untuk Iduladha jangan sekadara mencari yang gemuk atau montok. Secara syariat Islam maupun berdasarkan ilmu kesehatan hewan, ada ciri-ciri yang harus Anda ketahui, yang menandakan bahwa hewan kurban tersebut sehat dan layak dikurbankan. 

Mengutip NU Online, Kamis (30/7/2020), Katib Syuriyah PCNU Pringsewu KH Munawir mengatakan bahwa saat memilih hewan kurban, maka harus diperhatikan kesempurnaan hewan tersebut.

"Hendaknya hewan yang paling bagus, dilihat menyenangkan, gemuk atau banyak dagingnya, bertanduk, dan tidak memiliki cacat sama sekali," rinci KH Munawir.

Alasan ini, karena menurut ahli agama, hewan ini nantinya bisa menjadi kendaraan di hari kiamat kelak.

Baca Juga:Tata Cara Pembagian Daging Kurban

Di sisi lain, sebelum dikurbankan, KH Munawir juga mengingatkan agar memperlakukan hewan yang akan dikurbankan dengan baik.

"Jangan membuat hewan kurban stres dengan semisal melakukan penyembelihan di depan hewan kurban lainnya," imbau Ketua Komisi Fatwa MUI Provinsi Lampung ini.

Perlakuan baik kepada hewan kurban ini juga menurutnya akan berdampak pada kualitas daging kurban saat dikonsumsi nantinya. Mengingat sebelum disembelih hewan tidak merasa tertekan atau stres.

"Disunahkan untuk menyiapkan hewan kurban satu hari sebelum pelaksanaan penyembelihan dengan merias dan tidak memotong rambut dan kuku hewan kurban," katanya.

Ciri hewan kurban sehat menurut dokter

Baca Juga:Pemotong Hewan Kurban Diminta Pakai APD

Sementara itu, menurut Ketua Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Jabar, Sri Mujiariningsih, hewan yang sehat pertama bisa dilihat dari bulunya yang mengkilat dan halus, serta pastikan bulunya tidak berdiri.

"Bulunya tidak berdiri, karena kalau berdiri maka hewannya cacingan," kata Sri.

Sri melanjutkan ciri kedua adalah gerakan hewan tersebut lincah dan tidak cacat.

Ketiga, pastikan jika kotoran atau selaput lendir yang keluar dari anus, mata, dan hidung berwarna merah muda, dan tidak berwarna hitam.

Keempat adalah memperhatikan suhu tubuh hewan kurban harus di antara 39 hingga 40 derajat celcius.

"Kalau di atas 39 atau 40 derajat celcius atau suhunya 40,5 derajat celcius, maka sapi itu mulai demam, curiga ada penyakit," kata dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak