Nyaris Bangkrut di Tengah Pandemi, Lina Nekat Bagi Nasi Gratis Tiap Jumat

Galih Priatmojo | Muhammad Ilham Baktora
Nyaris Bangkrut di Tengah Pandemi, Lina Nekat Bagi Nasi Gratis Tiap Jumat
Lina Mardiana pengusaha ayam geprek yang tetap berbagai di tengah situasi Covid-19 di kediamannya Kampung Dipoyudan, Kelurahan/Kecamatan Ngampilan, Kota Yogyakarta, Jumat (31/7/2020). [Muhammad Ilham Baktora / SuaraJogja.id]

Ratusan kantong plastik berisi makanan itu biasa dibagikan Lina menjelang Salat Jumat. Ada ratusan lebih makanan yang disediakannya secara gratis

SuaraJogja.id - Raut wajah bingung dan penuh curiga terlihat dari perempuan paruh baya saat SuaraJogja.id menyapanya di balik pintu kayu bercat cokelat. Pintu yang belum sepenuhnya terbuka ini masih terkunci dengan sebuah gagang alumunium yang sengaja dipasang horizontal oleh pemilik rumah.

Sambil menyingkirkan alumunium tersebut, wanita berambut putih ini menanyakan maksud kedatangan Suarajogja.id ke rumahnya. Kamipun menjawab sedang mencari wanita yang bernama Lina. Dengan tegas, wanita ini menjawab dialah pemilik nama tersebut.

Namanya terdengar asing di telinga masyarakat, wajar saja, pemilik nama panjang Lina Mardiana ini hanya seorang warga biasa yang tinggal di Kota Yogyakarta. Namun, di balik namanya tersimpan kisah inspiratif. Perjuangan dirinya mempertahankan pemasukan dari usaha ayam gepreknya hingga nyaris bangkrut, namun tetap berusaha berbagi dengan keadaan yang dia alami di tengah pandemi covid-19 ini.

Rumah Lina yang berada di pinggir Jalan KS Tubun, Kampung Dipoyudan, Kelurahan/Kecamatan Ngampilan, Kota Yogyakarta selalu ramai pada hari Jumat. Ibu dua anak ini kerap meletakkan puluhan hingga ratusan kantong plastik berisi makanan yang dia bagikan gratis kepada masyarakat yang melintas.

Rumahnya sempat viral di beberapa media sosial Facebook. Dimana pada bagian rumah milik Lina kerap ditemukan bungkusan makanan yang tertata rapi tiap hari Jumat.

“Saya namakan kegiatannya Jumat Berkah karena saya lakukan setiap hari Jumat pukul 11.00 wib. Biasanya tidak sampai satu jam puluhan kantong plastik itu habis, karena banyak orang yang sudah menunggu,” kata wanita 53 tahun ini saat berbincang di belakang rumahnya, Jumat (31/7/2020).

Puluhan nasi gratis yang dibagikan secara gratis oleh Lina Mardiana di Jalan KS Tubun, Kampung Dipoyudan, Kelurahan/Kecamatan Ngampilan, Kota Yogyakarta, Jumat (31/7/2020). [Dok.ist Lina Mardiana]
Puluhan nasi gratis yang dibagikan secara gratis oleh Lina Mardiana di Jalan KS Tubun, Kampung Dipoyudan, Kelurahan/Kecamatan Ngampilan, Kota Yogyakarta, Jumat (31/7/2020). [Dok.ist Lina Mardiana]

Jumat berkah miliknya telah dilakukan sejak Mei. Meski bulan tersebut penuh dengan tekanan karena masih dalam situasi pandemi, Lina tetap berupaya membagikan rezeki yang dia miliki.

“Saat bulan Ramadhan 2020 itu sudah saya mulai. Itu inisiatif sendiri ingin berbagi, karena memang banyak masyarakat yang terdampak oleh virus covid-19. Bukan hanya orang miskin, orang yang bekerja juga terkena dampak. Bahkan sampai pekerja terkena PHK,” katanya.

Single parent yang tinggal di Yogyakarta ini sejatinya memiliki usaha ayam geprek. Hasil dari jualan tersebut dia sisihkan untuk dibagikan kepada masyarakat yang terdampak.

Berharap tetap bisa berjualan sambil berbagi di tengah situasi pandemi, usaha ayam geprek yang telah didirikan dari tahun 2016 itupun goyah.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS