Puluhan OTG Diisolasi di Asrama Haji Yogyakarta, Tak Boleh Dibesuk

Joko menegaskan, pasien OTG yang dirawat tidak boleh dikunjungi oleh siapa pun kecuali petugas.

Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana
Jum'at, 07 Agustus 2020 | 13:18 WIB
Puluhan OTG Diisolasi di Asrama Haji Yogyakarta, Tak Boleh Dibesuk
Suasana lengang Asrama Haji Yogyakarta yang dialihfungsikan untuk menampung Orang Tanpa Gejala (OTG), Kamis (21/5/2020). [Suarajogja.id / Baktora]

SuaraJogja.id - Puluhan orang tanpa gejala (OTG) COVID-19 telah diisolasi di Asrama Haji Yogyakarta. Mereka yang dirawat tersebut tidak diperkenankan untuk dikunjungi oleh teman maupun keluarga.

Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Sleman Shavitri Nurmala mengatakan, saat ini ada total sebanyak 32 OTG di asrama, terdiri dari enam orang OTG reaktif dan 26 OTG positif COVID-19. Data tersebut tercatat sampai Kamis (7/8/2020) siang.

Mereka diisolasi dengan menempati gedung-gedung yang telah disediakan. Sebanyak 11 orang di Gedung Muzdalifah, 6 orang di Gedung Madinah, dan 5 orang di Gedung Makkah.

"OTG reaktif menunggu hasil swab," ungkapnya kala dihubungi pada Jumat (7/8/2020) pagi.

Baca Juga:Dua Desa di Nagan Raya Provinsi Aceh Lockdown

Sementara itu, Koordinator Bidang Kesehatan Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Sleman Joko Hastaryo menjelaskan, OTG terkonfirmasi positif COVID-19 penting untuk menjaga daya tahan tubuh serta meningkatkan imunitas.

"Mereka kami berikan suplemen dan vitamin, selain gizi seimbang," ungkapnya.

Joko menegaskan, pasien OTG yang dirawat tidak boleh dikunjungi oleh siapa pun kecuali petugas.

"Perawatan dan pelayanan dilakukan oleh petugas di Asrama Haji," ucap Joko.

Ditunjuk sebagai lokasi isolasi pasien OTG COVID-19, Asrama Haji memiliki dua gedung dengan kapasitas 138 orang.

Baca Juga:Covid-19 di Sleman Melonjak, Asrama Haji untuk Rawat Pasien Tanpa Gejala

Isolasi dilakukan di Asrama Haji sebagai upaya untuk menjamin agar orang yang positif tidak menularkan ke orang lain.

Menurut Joko, langkah itu dipilih bukan karena Pemkab Sleman tidak mempercayai warga, melainkan untuk menjamin bahwa orang yang positif, tidak menularkan ke orang lain.

"Maka yang positif, yang mengandung virus tetap di isolasi di faskes. Walaupun faskes darurat," tuturnya.

Kontributor : Uli Febriarni

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Statistika dan Peluang
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 9 SMP dengan Kunci Jawaban dan Penjelasan
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak