- Gustavo Tocantins absen laga tandang PSS Sleman kontra Persela Lamongan sebab akumulasi kartu kuning.
- Ansyari Lubis tetap bersikap tenang dan percaya diri timnya mampu mengatasi situasi tersebut.
- Secara statistik, PSS menunjukkan performa kolektif yang cukup solid ketika Tocantins tidak tampil maksimal maupun saat absen.
SuaraJogja.id - PSS Sleman dipastikan tidak diperkuat striker asal Brasil, Gustavo Tocantins, saat melakoni laga tandang menghadapi Persela Lamongan pada pekan ke-21 Pegadaian Championship 2025/2026.
Penyerang bernomor punggung 11 tersebut harus menepi akibat akumulasi kartu kuning yang diterimanya ketika menghadapi PSIS Semarang, Kendal Tornado FC, dan Persipura Jayapura.
Menanggapi absennya sang penyerang, Pelatih Kepala PSS Sleman, Ansyari Lubis, tetap bersikap tenang dan percaya diri timnya mampu mengatasi situasi tersebut.
“Iya, Tocantins akumulasi kartu kuning. Dipastikan hanya dia yang absen untuk pertandingan lawan Persela,” ujar Ansyari di laman resmi klub.
Baca Juga:Operasi Lutut, Ferrel Arda Santoso Absen Bela PSS Sleman hingga Akhir Musim
Ansyari menilai kehilangan satu pemain bukan persoalan besar dalam sepak bola profesional. Ia memastikan tim pelatih telah menyiapkan opsi lain untuk mengisi posisi yang ditinggalkan Tocantins.
“Secara komposisi ada beberapa pemain di posisi situ. Jadi kita tetap optimis kepada pemain yang akan menggantikan peran Tocantins pada pertandingan lawan Persela,” imbuhnya.
Secara statistik, PSS menunjukkan performa kolektif yang cukup solid ketika Tocantins tidak tampil maksimal maupun saat absen.
Dalam tiga laga penting, skuad berjuluk Super Elang Jawa mampu meraih hasil positif, yakni menang atas Persiku Kudus serta menghindari kekalahan saat bertandang ke markas PS Barito Putera dan Deltras FC.
Tim pelatih juga terus membenahi organisasi permainan, terutama pada fase transisi menyerang hingga penyelesaian akhir.
Baca Juga:Dua Pemain PSS Sleman U-18 Dapat Kesempatan Latihan bersama Tim Senior
Dalam beberapa sesi latihan terakhir, efektivitas lini depan menjadi fokus utama agar ketergantungan pada satu sosok pemain dapat ditekan dan produktivitas tim tetap terjaga saat menghadapi Persela Lamongan.