facebook

Highlight Terpopuler News Lifestyle Indeks

Paket Internet Mahal, Siswa di Kulonprogo Belajar Via Handy Talky

Erick Tanjung | Hiskia Andika Weadcaksana Selasa, 11 Agustus 2020 | 18:32 WIB

Paket Internet Mahal, Siswa di Kulonprogo Belajar Via Handy Talky
Siswa SD 2 Kanoman, Kapanewon Panjatan, Kulon Progo, DIY saat pembelajaran jarak jauh menggunakan Handy Talky milik Komunitas RAPI, Selasa (11/8/2020). [Hiskia Andika Weadcaksana / SuaraJogja.id]

Sekolah Dasar 02 Kanoman, Kapanewon Panjatan, Kulon Progo, DI Yogyakarta melakukan pembelajaran jarak jauh menggunakan perangkat radio panggil atau Handy Talky (HT).

Salah satu orang tua siswa, Murniyati mengatakan, penggunaan HT bisa memangkas pengeluaran yang selama ini digunakan untuk keperluan pembelian paket data internet untuk anaknya. Selain itu komunikasi yang terjalin antara siswa dan gurunya pun menjadi lebih mudah ketimbang hanya melalui video dan pesan singkat.

"Berat juga kalau selama ini harus beli paket internet, apalagi saat kondisi pandemi Covid-19 seperti ini. HT ini menjadi solusi yang cukup terasa dampaknya," ujarnya.

Menurut Murniyati, penggunaan HT juga membuat anaknya bisa lebih cepat memahami pelajaran yang disampaikan oleh guru. Pasalnya orang tua juga dapat berperan untuk menemani langsung anaknya saat proses belajar mengajar berlangsung.

"Lewat pakai HT, Bapak/Ibu guru jadi nggak bingung kalau ngasih pelajarannya karena langsung ngobrol sama anaknya dan kita dampingi. Ditambah juga irit karena tidak pakai pulsa," terangnya. Dia berharap HT bisa terus digunakan selama masa pembelajaran jarak jauh.

Baca Juga: Tanpa Persetujuan FDA, Ilmuwan Gunakan Vaksin DIY untuk Covid-19

Pengurus Biro 3 RAPI DIY, Frangky Wahyu mengatakan bahwa pemakaian HT sebagai sarana belajar jarak jauh yang diterapkan di SD 02 Kanoman itu merupakan percontohan. Pasalnya program belajar dengan HT itu baru pertama kali diuji coba di wilayah Yogyakarta.

"Sejauh ini kami melihat hasilnya cukup efektif dalam membantu proses belajar jarak jauh bagi siswa dan orang tuanya. Jika memang hasil positif ini terus berlanjut, bukan tidak mungkin kita akan adopsi untuk wilayah lain di DIY atau bahkan daerah lain," kata Frangky.

Frangky menjelaskan penggunaan HT untuk pembelajaran jarak jauh tersebut sebagai bentuk kepedulian anggota relawan RAPI untuk membantu program pemerintah di masa pandemi Covid-19. Hal ini bisa menjadi salah satu solusi guna menekan pengeluaran orang tua untuk beli paket data internet dan mengantisipasi persoalan lainnya saat pembelajaran jarak jauh.

"Penggunaan radio ini bisa menimilasir pengeluaran orang tua dalam menyediakan paket internet bahkan dapat dibilang zero cost," pungkasnya.

Baca Juga: Tak Sepakati Aturan Kemendikbud, DIY Pastikan Tak Akan Buka Sekolah

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait