Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Buat Laporan Palsu, Bukannya Ditangkap Wanita Ini Malah Dibantu Polisi

Galih Priatmojo | Muhammad Ilham Baktora Selasa, 11 Agustus 2020 | 18:25 WIB

Buat Laporan Palsu, Bukannya Ditangkap Wanita Ini Malah Dibantu Polisi
Jajaran kepolisian menggelar konferensi pers terkait laporan palsu yang dilakukan seorang wanita asal Kotagede di Mapolresta Yogyakarta, Selasa (11/8/2020). [Muhammad Ilham Baktora / SuaraJogja.id]

Ini alasan polresta Jogja memberikan bantuan pada Retnowati yang baru saja bikin laporan palsu.

SuaraJogja.id - Polresta Yogyakarta mengungkap aksi penipuan yang dilakukan seorang wanita bernama Retnowati (24). Wanita asal kelurahan Prenggan, Kecamatan Kotagede itu terbukti membuat laporan palsu ke kepolisian bahwa dirinya menjadi korban pencurian motor atau curanmor.

Kapolresta Yogyakarta, Kombes Pol Sudjarwoko membeberkan awal mulanya pelapor yakni Retnowati mengaku menjadi korban pencurian motor pada Selasa (4/8/2020). Retnowati yang mengendarai motor di jalan Nyi Wiji Adisono, Prenggan, Kotagede dipepet orang tak dikenal dan ditakut-takuti jika ada ular di atas motornya.

"Karena kaget, wanita ini langsung berhenti dan berlari menjauhi motor. Dari keterangannya, motor yang dia tinggalkan dibawa kabur oleh orang yang memberitahu bahwa ada ular di motornya," ujar Sudjarwoko saat konferensi pers di Mapolresta Yogyakarta, Selasa (11/8/2020).

Sudjarwoko melanjutkan, Retnowati akhirnya melaporkan dugaan pencurian yang dialaminya ke Polsek Kotagede. Menanggapi laporan tersebut, polisi memeriksa Retno yang saat itu mengaku sebagai korban.

"Akhirnya kami menyelidiki lebih dalam atas dugaan ini. Namun keterangan wanita ini kerap berubah-ubah dan tidak konsisten. Setelah kami tanya lebih lanjut, ia mengaku hanya membuat laporan palsu terkait dugaan pencurian itu," jelas dia.

Sudjarwoko melanjutkan, motor yang dibawa wanita satu anak ini digadaikan untuk melunasi cicilan. Selain itu banyak hutang yang belum dilunasi keluarganya untuk biaya berobat anak.

"Jadi keterangan wanita ini memiliki banyak hutang. Lalu motor cicilan yang harus dilunasi belum terbayar. Sehingga untuk meringankan bayaran itu ia membuat laporan palsu agar mendapat dispensasi," jelasnya.

Hasil gadai motor senilai Rp2,2 juta itu, lanjut Sudjarwoko dibayarkan untuk melunasi kontrakan rumah dan arisan. Selain itu digunakan juga untuk membiayai orang tua dan anak yang kerap sakit-sakitan.

"Tindakannya ini dapat dijerat pasal 242 KUHP tentang Pembuatan keterangan Palsu. Ancaman hukumannya paling lama 7 tahun penjara. Namun karena keadaannya yang cukup miris maka kami berikan peringatan saja," kata dia.

Kapolresta Yogyakarta, Kombes Pol Sudjarwoko memberikan tali asih kepada wanita pembuat laporan palsu saat konferensi pers di Mapolresta Yogyakarta, Selasa (11/8/2020).
Kapolresta Yogyakarta, Kombes Pol Sudjarwoko memberikan tali asih kepada wanita pembuat laporan palsu saat konferensi pers di Mapolresta Yogyakarta, Selasa (11/8/2020).

Retnowati tak ditetapkan sebagai tersangka. Keadaan ekonomi yang membelit wanita yang berprofesi sebagai ibu rumah tangga itu menjadi alasan polisi tak memberinya hukuman.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait