Indeks Terpopuler News Lifestyle

Keroyok Teman Sampai Meninggal, 13 Remaja Diringkus Polres Bantul

Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana | Hiskia Andika Weadcaksana Jum'at, 14 Agustus 2020 | 17:32 WIB

Keroyok Teman Sampai Meninggal, 13 Remaja Diringkus Polres Bantul
Sebanyak 13 tersangka penganiayaan dihadirkan saat jumpa pers di Polres Bantul, (14/8/2020). - (SuaraJogja.id/Hiskia Andika)

Pihak kepolisian juga menyita satu buah ikat pinggang yang digunakan tersangka untuk mengikat kaki korban.

SuaraJogja.id - Polres Bantul mengamankan 13 orang tersangka kasus penganiayaan yang menyebabkan kematian terhadap korban atas nama Luqman Rahma Wijaya (18), remaja asal Kecamatan Pleret, Kabupaten Bantul, pada Sabtu (8/8/2020) lalu. Dari 13 orang tersangka itu, sembilan orang masih di bawah umur dan empat orang sudah masuk dalam kategori dewasa.

Kapolres Bantul AKBP Wachyu Tri Budi Sulistyono mengatakan, kronologi kejadian berawal ketika pada Jumat (7/8/2020) sekitar pukul 19.30 WIB korban datang ke rumah tersangka PES (17). Tidak lama berselang, korban ingin meminjam uang milik tersangka PES, tetapi tidak dipinjami.

Setelah itu pada dini hari, tersangka PES bercerita kepada temannya PEA (14), yang juga menjadi tersangka, bahwa uang miliknya sebesar Rp100.000 yang berada di dalam dompet hilang. Lalu pada Sabtu (8/8/2020) pukul 02.00 WIB, korban Luqman meminjam sepeda motor milik tersangka AF untuk pulang ke rumah.

Kapolres Bantul AKBP Wachyu Tri Budi Sulistyono menunjukkan barang bukti penganiayaan kepada awak media saat jumpa pers di Polres Bantul, Jumat (14/8/2020). - (SuaraJogja.id/Hiskia Andika)
Kapolres Bantul AKBP Wachyu Tri Budi Sulistyono menunjukkan barang bukti penganiayaan kepada awak media saat jumpa pers di Polres Bantul, Jumat (14/8/2020). - (SuaraJogja.id/Hiskia Andika)

Lalu 10 menit berselang, korban datang dengan membawa rokok dan berbagai minuman. Mengetahui hal tersebut, tersangka yang juga teman korban di lokasi, yakni MREP (11), AF (17), PEA, BAS (15), dan MFM (15), mencecar korban dengan pertanyaan agar korban mengaku telah mengambil uang tadi.

"Jadi karena memang dicecar terus, korban mengaku mengambil uang milik tersangka PES, tetapi hanya sebesar Rp50.000," ujar Wachyu kepada awak media saat jumpa pers di Mapolres Bantul, Jumat (14/8/2020).

Dilanjutkan Wachyu, setelah korban mengaku mengambil uang tersebut, tersangka yang tadi sudah berada di lokasi kejadian lalu malah melakukan kekerasan.

Tidak berhenti di situ, tersangka yang sudah ada di sana disusul oleh MZ, menghubungi BPS (17), AWP (16), BWF (16), JRN (23), M (21), ARZ (20), dan dua orang yang menjadi saksi Kevin (16) dan Eka Rangga (15).

Sekitar pukul 03.30 WIB, delapan orang tadi akhirnya datang ke lokasi kejadian, yang merupakan rumah tersangka PES, dan langsung ikut memukuli korban.

Mendengar keributan yang terjadi di rumahnya, ibu dari tersangka PES dan MREP bangun dan langsung menelepon Agus Maryanto, kakek korban.

"Korban waktu itu sudah lemas dan tak sadarkan diri, lalu kakek korban langsung menelepon ambulans RS Nur Hidayah, tapi nahas korban meninggal sesampainya di rumah sakit," ungkapnya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait