alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Dukung Paslon Noto, Paguyuban Mi Ayam dan Bakso Minta Difasilitasi Koperasi

Galih Priatmojo | Hiskia Andika Weadcaksana Senin, 31 Agustus 2020 | 16:10 WIB

Dukung Paslon Noto, Paguyuban Mi Ayam dan Bakso Minta Difasilitasi Koperasi
Simbolis penyerahan dukungan dari Paguyuban Pedagang Mi Ayam, Bakso dan Soto, Kabupaten Bantul, Senin (31/8/2020). [Hiskia Andika Weadcaksana / SuaraJogja.id]

Paguyuban Pedagang Mi Ayam, Bakso dan Soto di Bantul saat ini tercatat berjumlah sekitar 350 pedagang.

SuaraJogja.id - Dukungan kembali masuk kepada bakal pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Bantul Suharsono dan Totok Sudarto (Noto). Kali ini dukungan tersebut datang dari Paguyuban Pedagang Mi Ayam, Bakso dan Soto, Kabupaten Bantul.

Ketua Paguyuban Pedagang Mi Ayam, Bakso dan Soto, Kabupaten Bantul, Panut mengatakan dukungan yang diberikan kepada pasangan NoTo bukan tanpa alasan. Pasalnya keberpihakan Suharsono kepada rakyat kecil khususnya pedagang bakso, mi ayam dan soto di Bantul dapat cukup dirasakan.

"Kesejahteraan untuk para pedagang mikro juga sangat diperhatikan oleh Bapak Suharsono dan pembangunan juga sudah terlihat," ujar Panut, kepada awak media,  di Desa Trirenggo, Kecamatan Bantul, Kabupaten Bantul, Senin (31/8/2020).

Dikatakan Panut, Paguyuban Pedagang Mi Ayam, Bakso dan Soto di Bantul saat ini tercatat berjumlah sekitar 350 pedagang. Namun angka itu masih dimungkinkan untuk terus bertambah dalam beberapa waktu ke depan.

Baca Juga: Bantul Diguncang Gempa, Terasa Hingga Tulungagung

"Masih sangat mungkin untuk terus bertambah, mungkin bisa mencapai 400an pedagang," ungkapnya.

Panut mengungkapkan harapannya kepada pasangan Noto jika memang kembali dipercaya masyarakat Bantul untuk memimpin mereka. Salah satunya adalah agar bisa difasilitasi untuk memiliki koperasi dan berbadan hukum.

Hal itu diharapakan akan memudahkan bagi setiap anggota paguyuban untuk mendapat tambahan modal dengan bunga yang tergolong rendah. Pasalnya selama ini pihaknya masih mengandalkan hutang ke bank untuk menambah modal usaha.

"Kita selama ini masih ngutang ke bank untuk tambahan modal karena tidak memiliki koperasi yang menaungi pedagang mi, bakso dan soto,"ujarnya.

Sementara itu bakal calon Bupati Bantul, Suharsono menuturkan bahwa meningkatkan kesejahteraan rakyat Bantul selalu menjadi fokusnya dalam pemerintahan yang sudah berjalan empat tahun ini. Terlebih lagi dalam masa pandemi Covid-19, Pemkab Bantul mulai membuka perekonomian seluas-luasnya agar masyarakat bisa bangkit kembali.

Baca Juga: Bantul Yogyakarta Diguncang Gempa, Terasa Hingga Tulungagung Jawa Timur

"Para pedagang mi ayam, baksa dan soto silakan kalau memang mau buka warung namun saya pesan agar tetap menerapkan protokol kesehatan. Jarak antar kursi juga diatur, tempat cuci tangan dan sabun jangan lupa serta harus tetap menggunakan masker," kata Suharsono.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait