Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Kasus Covid-19 di Sleman Nyaris Tembus 1000 Orang, 2 Tempat Ini Disiagakan

Galih Priatmojo Selasa, 22 September 2020 | 20:17 WIB

Kasus Covid-19 di Sleman Nyaris Tembus 1000 Orang, 2 Tempat Ini Disiagakan
Suasana Asrama Haji Yogyakarta yang digunakan untuk lokasi karantina mandiri yang disediakan Pemkab Sleman, Selasa (19/5/2020). [Suarajogja.id / Ilham Baktora]

Untuk di Asrama Haji ada sebanyak 2 dokter dan 13 perawat.

SuaraJogja.id - Jumlah kasus positif Covid-19 di Kabupaten Sleman terkini nyaris menembus angka 1000 pasien.

Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Kabupaten Sleman mengungkapkan bahwa hingga pukul 19.00 WIB, ada 950 kasus positif COVID-19 di Kabupaten Sleman. 

Sementara, dalam laman corona.slemankab.go.id baru dirilis jumlah pasien positif COVID-19 sebanyak 931 kasus, terhitung pukul 13.00 WIB. 

Dari jumlah pasien Covid-19 di Sleman tersebut sebagian dirujuk ke Asrama Haji Sleman untuk menjalani isolasi. Kebanyakan dari mereka yang dirujuk ke lokasi tersebut merupakan pasien yang tanpa gejala atau masuk kategori OTG

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah Sleman, Makwan mengatakan, saat ini ada dua orang dokter dan 13 perawat yang ditugaskan di fasilitas kesehatan darurat COVID-19 (FKDC) Asrama Haji Sleman.

"Para dokter dan perawat tersebut, bertugas untuk memantau kesehatan para pasien positif asimtomatik yang dirawat di sana," ungkap Makwan, Selasa (22/9/2020).

Jika ternyata selanjutnya diketahui pasien memiliki gejala, dokter dan perawat akan memberikan obat. Namun tidak menutup kemungkinan untuk diantar ke rumah sakit rujukan COVID-19 di Sleman.

"Di asrama haji kan tidak ada fasilitas yang memadai untuk perawatan. Kemarin ada yang dirujuk ke rumah sakit karena ada komorbid penyakit jantung, asrama haji kan tidak ada fasilitas untuk jantung," kata dia.

Ia menjelaskan, bagi warga Sleman yang reaktif usai mengikuti rapid tes, harus melakukan karantina mandiri di rumah. Namun, bila mereka terkonfirmasi positif COVID-19, mereka bisa masuk ke asrama haji untuk ditangani lebih lanjut.

Mekanisme karantina di asrama haji bagi pasien positif yang masuk kategori OTG, akan diawali dengan adanya rujukan dari Puskemas sebagai faskes pertama yang mengetahui kondisi pasien. Dari puskesmas juga bisa menjemput pasien ke tempat tinggalnya dan mengantar ke asrama haji.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait