Penelitian itu memberikan catatan bahwa ditemukan tsunami deposit di dekat daerah Pangandaran, yang diperkirakan terjadi akibat gempa cukup besar pada tahun 1584 hingga 1586.
Berdasarkan penelitian tersebut, dilakukan penelitian multidisiplin oleh ITB bersama institusi terkait untuk mengetahui sumber Megathrust sehingga dapat dipetakan.
“Hasil simulasi selama 300 menit yang diturunkan dari model sumber gempa berdasarkan hasil inversi data GPS, tidak hanya dilakukan untuk 3 skenario, namun dipilih yang paling representatif dan bahkan untuk keperluan mitigasi ditampilkan skenario yang paling worst case,” terang sri Widiyantoro.
Dari hasil simulasi selama 5 jam, didapatkan skenario pertama di wilayah sebelah barat Pulau Jawa, diprediksi tinggi tsunami, khususnya pantai selatan Jawa, memiliki ketinggian maksimum 20 meter, di mana makin ke timur akan makin kecil karena sumbernya yang berada di sebelah Barat.
Baca Juga:Update Nasib Wasmad Edi, Wakil Ketua DPRD Tegal Tersangka Kasus Dangdutan
Skenario kedua dikondisikan pusat gempa berada di sebelah timur, maka tinggi tsunami di sebelah timur akan lebih tinggi dari wilayah barat.
Selanjutnya, skenario ketiga atau skenario paling buruk, gempa terjadi secara bersamaan di barat dan timur, maka prediksi tinggi tsunami maksimum 20 meter di sebelah barat, 12 meter di sebelah timur dan di antara wilayah tersebut tinggi rata-ratanya mencapai 4,5-5 meter.
“Hal ini yang sebenarnya menjadi pemberitaan belakangan ini, jadi sebenarnya riset yang dilakukan sangat multidisiplin. Namun, ujungnya adalah suatu skenario jika Megathrust itu terjadi. Tim kami banyak melakukan skenario lain, puluhan mungkin seratus skenario, tapi sekali lagi, tentu untuk keperluan mitigasi ditampilkan worst case scenario seperti ini,” terang Sri Widiyantoro.
Selanjutnya, Ahli Geoteknologi LIPI sekaligus kepala Pusat Studi Gempa Bumi Nasional, Danny Hilman, menyampaikan bahwa potensi tsunami akibat gempa Megathrust sudah pernah disampaikan pada konferensi tahun 2013 di San Fransisco, Amerika Serikat.
Ia menyampaikan bahwa telah diketahui adanya celah seismik di mentawai dan di Jawa yang menunjukkan ada potensi Megathrust di selatan Jawa seperti di Mentawai dengan tsunami yang berpotensi besar.
Baca Juga:Beredar Video Diduga Pantai di Jepara Surut Hari Ini, Benarkah?
“Jadi sejak 7 tahun yang lalu sudah pernah disampaikan, sehingga penelitian ini adalah update dari hasil yang lama dengan riset yang kini lebih mendalam. Sekarang sudah ada konfirmasi selain ada di Mentawai, ternyata di selatan Jawa memang ada celah seismik,” tukasnya.