Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Majukan Ekonomi Nasional, Dirjen PEN Lepas 8 Kontainer Ekspor dari Bantul

Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana | Hiskia Andika Weadcaksana Sabtu, 17 Oktober 2020 | 20:15 WIB

Majukan Ekonomi Nasional, Dirjen PEN Lepas 8 Kontainer Ekspor dari Bantul
Acara pelepasan rangkaian 8 kontainer ekspor produk kerajinan tangan dan dekorasi rumah dari PT Out of Asia ke Amerika Serikat di Jl Kayuhan, Blabak, Triwidadi, Kecamatan Pajangan, Bantul, Sabtu (17/10/2020). - (SuaraJogja.id/Hiskia Andika)

Kasan mengapresiasi PT Out of Asia, yang di situasi pandemi Covid-19 saat ini, masih dapat melakukan kegiatan ekspor ke berbagai negera.

"Dan ternyata produk dari PT Out of Asia ini merupakan produk nusantara bukan hanya produk dari perajin yang ada di Jogja saja tapi dari daerah lain juga. Hal ini membuat peran PT Out of Asia sebagai konsolidator menjadi sangat penting. Sehingga nanti pemberian hal-hal yang berkaitan dengan para perajin itu harus terus dilakukan supaya dapat memenuhi kualitas yang diinginkan oleh buyer," paparnya.

Sementara itu Presiden Direktur PT Out of Asia, Handaka Santosa, membenarkan bahwa tahun ini meski di tengah kondisi pandemi Covid-19 pihaknya masih mendapat kenaikan nilai ekspor hingga dua kali lipat.

Acara pelepasan rangkaian 8 kontainer ekspor produk kerajinan tangan dan dekorasi rumah dari PT Out of Asia ke Amerika Serikat di Jl Kayuhan, Blabak, Triwidadi, Kecamatan Pajangan, Bantul, Sabtu (17/10/2020). - (SuaraJogja.id/Hiskia Andika)
Acara pelepasan rangkaian 8 kontainer ekspor produk kerajinan tangan dan dekorasi rumah dari PT Out of Asia ke Amerika Serikat di Jl Kayuhan, Blabak, Triwidadi, Kecamatan Pajangan, Bantul, Sabtu (17/10/2020). - (SuaraJogja.id/Hiskia Andika)

Sementara itu untuk bulan Oktober ini saja sudah tercatat sebanyak 59 kontainer yang diluncurkan untuk ekspor.

"Hal ini menjadi sangat penting tapi lantas bukan hanya mempertahankan prestasi 2020 saja tapi kalau bisa hingga di tahun 2021," kata Handaka.

Handaka, menyampaikan setidaknya ada 30.000 perajin yang terkumpul dari berbagai daerah. Dari jumlah itu hampir 50 persen merupakan perajin asal Kabupaten Bantul.

Ditegaskan Handaka, pihaknya akan terus melakukan pembinaan bagi para perajin guna menjaga kualitas produk yang dihasilkan.

Bahkan pembinaan itu telah dilakukan kepada komunitas perjain yang ada di wilayah masing-masing. Menurutnya hal itu penting untuk tetap meningkatkan dan menggali potensi yang ada di wilayah masing-masing.

"Kita membina komunitas perajin sehingga dapat berkreasi di tempat tinggalnya dan berpenghasilan. Selain itu kita juga mendapat arahan sekaligus dukungan dari Kementerian Perdagangan bahwa saat ini kita seharusnya bukan lagi hanya mencari pangsa pasar tapi merebut pasar baru di berbagai negara," tuturnya.

Senada, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bantul, Helmi Jamharis, mengatakan Bantul menjadi salah satu wilayah yang telah ditetapkan sebagai kabupaten kreatif pada tahun 2017 silam.

Penetapan itu bukan tanpa alasan, sebab melihat data di lapangan warga Bantul dinilai punya keahlian lebih dibandingkan dengan daerah lain.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait