Cewek Liverpool Cari Orang Tua Kandung di Sleman, Diadopsi sejak Bayi

Jika berkesempatan bertemu, Emanuella ingin memeluk erat orang tuanya dan berterima kasih karena sudah melepasnya mungkin supaya mendapatkan kehidupan lebih baik.

Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana | Mutiara Rizka Maulina
Jum'at, 30 Oktober 2020 | 16:51 WIB
Cewek Liverpool Cari Orang Tua Kandung di Sleman, Diadopsi sejak Bayi
Potret Emanuella memegang pengumuman mencari orangtua kandungnya. - (Twitter/@emmanuellatanz1)

Awal Agustus 2020, dibantu dengan beberapa orang sahabatnya, ia mulai mencari di lima panti asuhan Katolik yang ada di Sleman dan satu panti asuhan terkenal. Namun, pada akhir bulan disampaikan dari enam tempat tersebut bahwa ia tidak berasal dari sana.

"Saya dapat info lain kalau saya diadopsi dari RS Bethesda di semarang. Saya pun mulai mencari ke RS Bethesda. Tapi saya cari di RS Bethesda Yogya. Karena menurut info dari paman, dia yakin 100% dari Yogyakarta. Selain cari di RS Bethesda, juga cari di RS Panti Rapih," terang Emanuella.

Pada 2 Septermber 2020 ia menerima kabar dari RS Bethesda, yang menyatakan, sejak 1982, rumah sakit itu sudah tidak melayani adopsi secara langsung, melainkan melalui Yayasan Sayap Ibu. Bingung harus mencari ke mana lagi, ia kembali menggali informasi dari paman yang menyatakan, proses adopsi dibantu saudara jauh yang tinggal di Yogyakarta.

Emanuella sendiri mengaku mengenal saudara jauh itu, tetapi sudah lama tidak bertemu -- terakhir pada 2010 di rumah duka ayahnya. Secara singkat, ia kemudian mendapatkan kontak dengan saudaranya tersebut dan mendapatkan beberapa informasi.

Baca Juga:Beredar Surat Protes Warga soal Ucapan Natal di Kampung Kauman Yogyakarta

Ia lahir di RSIA Pura Ibunda, Sleman, Yogyakarta. Nama dokter pemiliknya adalah Lukas. Yayasan adopsi anak di RS itu diurus oleh wanita bernama Nancy, yang merupakan adik pemilik RS. Informasi terakhir adalah, rumah sakit itu sudah tutup, serta tantenya tidak memiliki nomor telepon dokter itu.

Setelah mencoba mencari lewat media sosial, Emanuella justru dapat nomor tersebut dari anak saudaranya. Setelah dihubungi, dr Lukas mengatakan, sudah tidak memegang dokumennya lagi karena rumah sakit sudah tutup, dan dokter itu sendiri sudah berusia 90 tahun.

Pada 14 September 2020, Emanuella kemudian menelepon Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) dan Pengadilan Negeri (PN) Sleman. Dari Dukcapil diberikan nomor WhatsApp untuk melakukan sinkronisasi data, sementara PN mengusulkan untuk menunggu data dari Dukcapil.

"Cerita pendeknya pada tanggal 24 September saya kirim email photo akta lahir ke PN Sleman dan kirim photo akta lahir ke dukcapil Sleman lewat DM Twitter. Kira-kira hasil seminggu dari tanggal tersebut," cuit Emanuella.

Sebelumnya pada 18 September 2020, Emanuella menanyakan kepada ibunya mengenai posisinya sebagai anak angkat. Ia juga menanyakan tentang dokumen-dokumen yang bisa memberikan informasi. Ternyata, ibunya tidak memiliki dokumen apa pun. Saat adopsi, sang ibu hanya dapat akta lahir, surat suntik, dan membayar uang hidup Emanuella selama tujuh bulan di sana.

Baca Juga:Sambut Maulid Nabi, Keraton Yogyakarta Gelar Grebeg Maulud Khusus Internal

Saat tinggal di rumah sakit, nama Emanuella adalah Theresia, entah nama dari orang tua kandung atau pengurus yayasan. Selama pencarian ini juga, Emanuella mengaku terhubung dengan Dinas Kesehatan Sleman bagian perlindungan anak. Disebutkan, ada yang janggal pada proses adopsi tersebut dan sedang dicarikan informasi lebih.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak